FPPJ : DPRD DKI Jangan Kerjain Gubernur

DPRD DKI Jakarta
Foto : Gedung DPRD DKI Jakarta

WARTALIKA.idSetelah melalui proses panjang dan berlarut akhirnya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan DPRD DKI menyepakati Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Sementara (KUA-PPAS) DKI 2020 sebesar Rp 87,9 T. Selanjut kembali DPRD dan TAPD akan melakukan pembahasan maraton agar dapat segera mengesahkan RAPBD menjadi APBD DKI 2020.

Hingga saat ini APBD DKI masih menjadi sorotan, pasalnya masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui, dan jika melewati batas waktu yang ditetapkan undang-undang maka pemerintah DKI atau DPRD dapat dikenakan sanksi berupa tidak menerima gaji selama 6 bulan.

Menanggapi hal ini Forum Pemuda Peduli Jakarta (FPPJ) angkat bicara. Menurut Rian (Ketua FPPJ) titik persoalan keterlambatan penyusunan APBD ini lebih besar berada di DPRD.

“Dewan kebanyakan main-main, kata Rian. Menurutnya dasar permasalahan ini ada pada keterlambatan penyusunan AKD, dimana partai politik terlalu berlarut-larut dalam memberikan keputusan mengenai siapa kader mereka yang ditempatkan sebagai pimpinan DPRD. Kurang lebih 1 bulan ada waktu yang terbuang percuma karena kegagalan parpol dalam mengefesiensi waktu untuk sebuah keputusan politik,” ujar Rian dalam memberikan siaran pers yang diterima Wartalika.id di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

Lebih lanjut Rian juga menyoroti berlebihannya sikap anggota DPRD yang terlalu berlebihan dalam menyoroti item yang ada pada KUA-PPAS. Menurutnya KUA-PPAS adalah tahapan awal dalam sebuah mekanisme penetapan APBD dari banyaknya mekanisme lain yang harus ditempuh.

Kendati mengapresiasi penetapan KUA-PPAS, FPPJ tetap mengkritik pola koordinasi antara eksekutif dan legislatif. Menurut FPPJ, eksekutif hari ini terlihat lemah dihadapan DPRD, salah satu indikasinya adalah pemotongan anggaran kegiatan unggulan Gubernur seperti rumah DP 0 % atau program untuk rakyat seperti subsidi PT. Transjakarta.

“Sekali-sekali gaya Ahok boleh dipake, terutama kalau berhadapan dengan DPRD biar tidak sewenang-wenang,” tutup Rian

Pos terkait