Bank Dunia Prediksi Ekonomi Global Tahun Ini Hanya Tumbuh 2,6 Persen

Partai Golkar

WARTALIKA.idPartai Golkar menggelar “Pendidikan Politik 2019” dengan mengangkat tema pembangunan nasional sebagai pengejawantahan ideologi Pancasila.

Bagi Golkar, Pancasila sudah mestinya dijadikan arah dan panduan dalam mencapai tujuan pembangunan, yakni masyarakat adil dan makmur.

Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPP Partai Golkar Taufik Hidayat berikan ucapan selamat kepada Partai Golkar yang sudah mendapatkan predikat no. 2 kemenangan Pemilu 2019.

Dalam pemaparan Abdul Rizal Bakrie yang dibacakan Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPP Partai Golkar Taufik Hidayat mengatakan segenap kader partai Golkar untuk membahas beberapa hal terkait dengan kondisi ekonomi global yang saat ini langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kinerja ekonomi nasional.

“Melihat kondisi ekonomi nasional baik pencapaiannya maupun juga tantangannya, untuk melihat apa saja yang perlu kita perhatikan diwaspadai paling tidak 5 (lima) tahun kedepan bagi perekonomian nasional. Bagaimana seharusnya kita mengamalkan ekonomi Pancasila sesuai dengan nilai-nilai Partai Golkar dimana disebut sebagai catur sukses arah kebijakan pembangunan perekonomian Indonesia,” kata Taufik dalam sambutannya di Merlyn Park Hotel, Jakarta, Sabtu (30/11).

Lebih jauh dia memaparkan ini mengajak segenap kader partai Golkar melihat kondisi perekonomian global, menyakini bahwa saat ini menjadi trend perlambatan ekonomi global.

“Dalam kesempatan berdiskusi dan berdialog dengan mitra bisnis baik Internasional maupun Nasional dimana mereka menginformasikan akan hal ini, dan tidak jarang juga kita bertemu dengan kolega pengambil kebijakan disejumlah negara sahabat. Dan mereka yang sangat merasakan perlambatan ekonomi ini,” ungkap Taufik.

“Hal tersebut semakin menegaskan seperti Bank Dunia memperkirakan ekonomi global tahun ini hanya mampu tumbuh 2,6 persen jauh dari optimisme, dan bulan Oktober 2019 IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2019 hanya sebesar 3 persen,” kata dia menambahkan proyeksi ini merupakan yang terendah semenjak global financial cyrisis pada tahun 2007 lalu, lembaga internasional lain seperti, OCD, ADB, dan UN juga menurunkan target dari pertumbuhan perekonomian global.

“Bahkan tidak sedikit kalangan yang memperhatikan trend bahwa perlambatan ini dan ditambah meningkatnya ketidakpastian lemah nya permintaan global akan membuat ekonomi global akan masuk dalam resesi global, beberapa hal yang membuat hal ini terjadi antara lain adalah eskalasi perang dagang antara Cina dan Amerika. Yang tidak menunjukan arah titik temu atau konsesus, keluarnya Inggris dari Brexit atau Uni Eropa yang meskipun dampak langsungnya ke Indonesia sangat minim. Namun hal ini meningkatkan ketidakpastian global,” ujar Taufik.

Dia juga mengungkapkan hal ini diperburuk lagi dengan terjadinya perlambatan pertumbuhan ekonomi di sejumlah negara maju baik di Amerika, Eropa, dan Tiongkok. “Bahwa sekarang India dan Singapore sudah mulai kena, sehingga krisis memang ada didepan mata kita,” lanjut Taufik.

Bagaimana dampaknya ekonomi indonesia

Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPP Partai Golkar itu menjelaskan ekonomi kita secara rata rata pertumbuhannya dalam 5 lima tahun terakhir kurang lebih 5 persen disatu sisi tentu kita mensyukuri, tetapidisisi lain angka pertumbuhan ini tidak cukup angka ekonomi Indonesia.

“Dari sisi fiskal realisasi penerimaan pajak negara dibawah target akibatnya rendahnya pajak eksport komoditas utama Indonesia perlambatan konsumsi, turun nya rata-rata provitabilitas,” tandasnya.

Pos terkait