• MEGAPOLITAN
  • POLRI
  • Gegara Pandemi Covid-19, Laporan Kasus KDRT di Polsek Penjaringan Terluntah-luntah

Gegara Pandemi Covid-19, Laporan Kasus KDRT di Polsek Penjaringan Terluntah-luntah

WARTALIKA.id – Proses hukum kasus dugaan kekekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan korban berinisial RM (34) warga Kapuk Muara, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara dipertanyakan.

Pasalnya, kasus yang dilaporkan korban ke Sentral Pelayanan Kepolisian Sektor Penjaringan Jakarta Utara pada Kamis 22 Oktober 2020 dengan nomor laporan pengaduan (LP) : 1135/K/X/2020/SEKTOR PENJARINGAN setelah mendapatkan visum dari RS Atmajaya, Pluit Jakarta Utara tersebut tidak ada perkembangan.

Korban RM mengakui telah menerima KDRT oleh sang suami berinisial TIJ (40).

“Perilaku suami saya sangat tragis, tapi sampai saat ini dia belum ditahan oleh polisi dengan alasan pandemi Covid-19. Padahal kasus KDRT yang saya dan anak kami alami sangat tragis dalam kasus rumah tangga,” ujar RM kepada awak media di Jakarta, Jumat (18/12/20).

Akibat mendapatkan perlakuan KDRT oleh suaminya hingga mengakibatkan korban mendapatkan lima jahitan dikepala. Tidak hanya itu menurut RM, bahwa lehernya juga dicekik dan kakinya memar karena dianiaya.

Saat dikonfirmasi terkait penanganan kasus ini, Kapolsek Penjaringan Jakarta Utara mengatakan jika laporan tersebut masih dalam proses.

“Kami masih memproses atas laporan KDRT tersebut,” jelasnya.

Sementara hingga berita ini ditayangkan, polisi belum melakukan penahanan terhadap terduga TIJ. (Drey)

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications