PWI KOORDINATORIAT JAKARTA BARAT

  • MEGAPOLITAN
  • NEWS
  • Oknum Guru Cabuli Murid SMP di Jakbar, Komnas PA: Ini Tidak Dapat Diterima Akal Sehat

Oknum Guru Cabuli Murid SMP di Jakbar, Komnas PA: Ini Tidak Dapat Diterima Akal Sehat

4 bulan ago
352

WARTALIKA.id – Ketua Umum Komisi Perlindungan Anak (Komnas PA), Arist Merdeka Sirait menilai perbuatan oknum guru honorer olah raga di salah satu sekolah SMP di Jakarta Barat berinisial AM (32) yang diduga mencabuli muridnya sendiri selama tiga tahun merupakan perbuatan abnormal atau perilaku yang menyimpang dari norma sosial. Tentunya ini tidak dapat diterima akal sehat manusia.

“Mengingat perbuatan AM ini dilakukan dengan sadar dengan modus pendekatan bujuk rayu, iming-iming janji akan dinikahi, diikuti dengan intimidasi dan dilakukan berulang selama tiga tahun. Padahal seharusnya keberadaan muridnya ini wajib dilindungi. Saat ini AM telah ditangkap dan ditahan Polres Metro Jakarta Barat, dan terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara,” ujar Arist saat dihubungi, Rabu (30/12/2020).

Menurut Arist, dalam kasus kekerasan abnormal ini Komnas Perlindungan Anak melihat ini menjadi sebuah pelajaran bagi semua orangtua dan keluarga di Indonesia agar dapat menjaga dan melindungi anak dari prihal yang tak diinginkan.

Selain itu dia juga menghimbau, demi kepentingan terbaik anak, disini peran orangtua dan keluarga dituntut untuk memberikan perhatian ekstra khususnya terhadap perubahan prilaku anak di rumah.

“Disini peran orangtua juga dituntut untuk terus menciptakan rumah beribadah dan menjadikan rumah bersahabat maupun rumah ramah anak sehingga anak lebih betah tinggal dirumah,” imbuhnya.

Sedangkan untuk penegakan sangsi hukumnya, Arist menyatakan bahwa Komnas Perlindungam Anak mendukung Polres Metro Jakarta Barat untuk menerapkan Undang-undang RI Nomor : 17 Tahun 2016 tentang penerapan Perpu No. 01 Tahun 2017 tentang Perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 20 tahun pidana penjara.

“Kami juga mendesak Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menempatkan kasus kekerasan seksual anak yang dilakukan seorang oknum guru honorer terhadap muridnya ini secara berulang merupakan kasus tindak kejahatan atau kekerasan yang luar biasa (rxtraordinary crime),” bebernya.

Lanjut Arist, Komnas Perlindungan Anak juga mengapresiasi Polres Metro Jakarta Barat, atas gerak cepat pengungkapan tabir kekerasan seksual anak dibawah umur yang dilakukan terduga AM.

“Kami sangat aspresiasi Polres Metro Jakarta Barat dalam mengungkap kasus tersebut. Sementara untuk pemulihan psikologis terhadap korban dan keluarganya, Komnas Perlindungan Anak DKI Jakarta akan memberikan pendampingan terapi psikologis dan hukum,” pungkasnya.

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP