PWI KOORDINATORIAT JAKARTA BARAT

  • HEADLINE
  • Puncak Arus Balik Nataru, Daop 1 Jakarta Pastikan Seluruh Penumpang KA Sehat

Puncak Arus Balik Nataru, Daop 1 Jakarta Pastikan Seluruh Penumpang KA Sehat

4 bulan ago
588

WARTALIKA.id – Sepanjang masa angkutan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 pada 18 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta secara total telah memberangkatkan 125.131 penumpang kereta api (KA) dalam kondisi sehat dari stasiun Gambir, Pasar Senen dan Jakarta Kota.

Kepala Daerah Operasi 1 Jakarta, Eko Purwanto mengatakan memasuki awal tahun 2021, pada masa Angkutan Nataru 2020/2021 di wilayah PT KAI Daop 1 Jakarta  sudah mulai terjadi  arus kedatangan penumpang KA.

“Hari ini Minggu dan Senin 4 Januari 2020 esok menjadi puncak arus balik. Tercatat, pada Minggu 3 Januari 2020 sekitar 16 ribu penumpang akan tiba di area Daop 1 Jakarta. Sedangkan hari Senin 4 Januari 2020 tercatat sekitar 15 ribu lebih penumpang kereta Jarak Jauh yang yang akan tiba di area Daop 1 Jakarta diantaranya di Pasar Senen, Gambir, Stasiun Karawang, Cikampek, Bekasi dan Jatinegara, yang berasal dari wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur,” ujar Eko dalam keterangannya kepada WARTALIKA.id, Minggu (3/1/2021).

Dari angka tersebut sambungnya, pada puncak arus balik Minggu 3 Januari terdapat 39 KA yang tiba di Daop 1 Jakarta, diantaranya 22 KA tiba di Stasiun Pasar Senen dan 17 KA di Stasiun Gambir. Sedangkan pada hari Senin 4 Januari terdapat 37 KA, diantaranya 21 KA tiba di stasiun Pasar Senen dan 16 KA di Stasiun Gambir.

“Kami juga memastikan seluruh penumpang yang berangkat dan datang ke area Daop 1 Jakarta dalam kondisi sehat jika melihat berdasarkan berkas rapid antigen dengan hasil negatif yang wajib dimiliki penumpang dengan masa berlaku tiga hari,” kata Eko.

Selain itu menurut dia, kesehatan penumpang juga dipantau melalui pemeriksaan suhu tubuh sebelum berangkat dan disepanjang perjalanan KA secara berkala hingga tiba di stasiun akhir untuk memastikan seluruh penumpang memiliki suhu tubuh normal.

“Pemeriksaan suhu tubuh merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang wajib dilakukan untuk keseluruhan pemberangkatan di seluruh stasiun KA,” jelasnya.

Eko juga menegaskan, bahwa penumpang yang tidak dapat melakukan perjalanan yaitu berdasarkan surat rapid antigen dengan hasil negatif dan suhu tubuh tidak melebihi 37,3 derajat.

Meski pada masa angkutan Nataru jumlah pengguna mengalami peningkatan, namun Daop 1 Jakarta memastikan terus perketat seluruh protokol kesehatan yang dijalankan dengan disiplin baik untuk penumpang dan petugas.

Sementara terkait layanan rapid antigen di area Daop 1 Jakarta, sejak awal layanan tersebut berlangsung pada 21 Desember 2020 hingga 2 Januari 2021 terdapat sekitar 40 ribu calon pengguna yang melakukan rapid di Stasiun Gambir dan Pasar Senen.

“Saat dilakukan pemeriksaan rapid antigen kepada calon penumpang yang mendapatkan hasil positif maka tidak akan diperkenankan untuk berangkat. Adapun biaya tiket akan langsung dikembalikan dengan bantuan petugas, ” bebernya.

Selanjutnya yang bersangkutan akan ditempatkan diarea khusus untuk diberikan pengarahan oleh tim Dokter agar melanjutkan pemeriksaan ke rumah sakit dan melakukan kordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat.

“Sebagai upaya pencegahan Covid-19 para pengguna juga diberikan Faceshield dari PT KAI dan diwajibkan untuk menggunakan Faceshield sepanjang perjalanan hingga tiba di stasiun tujuan. Para pengguna juga dihimbau untuk memakai baju lengan panjang,” tambahnya.

PT KAI Daop 1 Jakarta juga konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan kepada penumpang keberangkatan maupun kedatangan, baik di area stasiun dan di atas kereta.

Selain menambah perangkat pencuci yang disejumlah area pelayanan, Daop 1 Jakarta juga menyediakan ruang isolasi sementara baik di Stasiun dan Diatas KA untuk digunakan sewaktu-waktu jika dibutuhkan untuk penanganan

“Kami juga terus berupaya melakukan pencegahan penyebaran Covid 19, mulai dari sisi prasarana stasiun dan sarana kereta. Seluruh area dan perangkat yang rentan disentuh banyak orang dibersihkan menggunakan cairan disinfektan secara rutin setiap 30 menit sekali, kesiapan penyediaan perangkat pembersih tangan seperti cairan antiseptik dan perangkat cuci tangan yang dilengkapi sabun dipastikan selalu tersedia dan berfungsi baik,” pungkasnya.

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP