• POLRI
  • Korban Penipuan Sewa Gadai Layang Sawah Mengaku Susah Membuat Laporan di Polsek Panimbang

Korban Penipuan Sewa Gadai Layang Sawah Mengaku Susah Membuat Laporan di Polsek Panimbang

WARTALIKA.id  – Bak jatuh tertimpa tangga apa yang kini dirasakan oleh AK dan AG warga Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Hal itu lantaran uang Rp 30 sampai 60 juta miliknya harus raib di tipu salahsatu tengkulak gadai sawah berinisial JD.

Alhasil atas kerugian yang diderita AK dan AG karena sudah merasa ditipu JD. AK dan AG mencoba melaporkan kasus itu ke Polsek Panimbang, namun hal itu terkendala karena diduga Kanit Reskrim Ipda Erwin Haryadi mencoba memperlambat pembuatan laporan tersebut di Polsek Panimbang.

Begitupun saat awak media mencoba melakukan konfirmasi ke Ipda Erwin, ia selalu tidak ada di tempat dan di hubungi via telepon selulernya selalu tidak menjawab panggilan telepon.

Dilansir dari Bantenmore, AK salahsatu korban yang telah melakukan sewa gadai layang sawah kepada JD mengatakan bahwa dirinya menggadaikan sawah seluas 1 hektar kepada JD dengan nilai Rp 60 juta dengan perjanjian AK akan mendapat keuntungan 3,5 ton padi pertahun.

“Tahun pertama dan kedua memang benar saya dikasih keuntungan sewa gadai layang sawah itu, tapi tahun ketiga setelah itu JD tidak pernah memberikan lagi keuntungan sawah yang sudah jadi perjanjian awal,” ucap AK melansir Bantenmore. Kamis pagi (7/1/2021).

Lanjut AK, malah kalau saya nagih ke rumahnya, JD selalu ngumpet. Dan setelah diselidiki ternyata bukan hanya saya yang kena tipu sewa gadai layang sawah dari JD, ternyata di kampung saya saja terdapat enam orang korban lain yang kena tipu dengan nominal uang tidak ada yang kecil.

“Saya pernah meminta JD untuk menggarap sawahnya saja, tapi JD menolak dan banyak alasan. Setelah itu saya selidiki ternyata sawah yang menjadi media di perjanjian tersebut itu telah di jual oleh JD dan saya putuskan untuk melaporkan ke pihak yang berwajib. Ternyata di Polsek Panimbang nama JD sudah banyak yang melaporkan,” beber AK.

Lain halnya dengan pengakuan AG yang juga mengaku menjadi korban penipuan JD manjelaskan, awal nya JD pinjam uang kepadanya sebesar Rp. 30 juta dengan perjanjian sewa gadai layang sawah seluas setengah hektar dengan keuntungan yang akan AG dapatkan sebesar 2 ton padi pertahun.

“Namun ternyata saya di tipu JD dan sudah bertahun-tahun saya tidak mendapatkan keuntungan yang sudah di sepakati atau pun menggarap sawahnya. Parahnya lagi, setiap saya nagih ke rumahnya, JD selalu menghindar bahkan sering juga dia ngumpet,” terang AG penuh sesal.

AG pun berharap kepada Polsek Panimbang agar kasus sewa gadai layang sawah ini secepatnya di proses. Sebab diketahui JD masih berkeliaran dan mencari mangsa baru.

“Kita ini kan cuma rakyat biasa yang kurang pemahaman tentang hukum, jadi saya mohon agar pihak penegak hukum khususnya polsek panimbang untuk memproses kasus ini. Karena ini sudah jelas penipuan dengan memakan korban yang jumlahnya puluhan orang dan uang ratusan juta,” tandasnya.

Sementara AK dan AG juga membenarkan jika pihaknya sampai saat ini susah membuat laporan polisi terkait kasus yang dialaminya itu.

“Iya pak Kanitnya susah ditemuin, padahal kita mau bikin surat laporan tapi katanya selalu keluar, udah empat kali kita bolak balik ke Polsek Panimbang sampai pak Kapolsek Panimbang nya saranin kita agar buat laporan saja ke Polres Pandeglang,” pungkasnya. (Drey)

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications