• NASIONAL
  • Asesmen Nasional Diundur, FSGI Apresiasi Kemdikbud RI

Asesmen Nasional Diundur, FSGI Apresiasi Kemdikbud RI

WARTALIKA.id – Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (Sekjen FSGI) Heru Purnomo menyampaikan bahwa pihaknya mengapresiasi Kemdikbud RI atas kebijakannya menunda pelaksanan Asesmen Nasional (AN) yang semula akan dilaksanakan pada Maret 2021 ditunda menjadi September- Oktober 2021.

Menurut dia, salah satu alasan utama penundaan adalah meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia dan terjadinya bencana alam disejumlah daerah pada masa pandemi.

Dari hasil pemantauan jaringan guru FSGI gempa bumi yang terjadi di wilayah Indonesia Timur, tepatnya di Sulawesi Barat, diantaranya di Kabupaten Majene dan Mamuju dan bencana longsor di Jawa Barat.

“Akibat gempa tersebut membuat banyak pengungsi khawatir jika harus mengungsi didalam gedung-gedung. Mereka lebih merasa aman dan tenang bila mengungsi di tenda-tenda darurat. Padahal jumlah tenda yang ada sangat minim dan belum lagi hujan deras kerap turun paca gempa terjadi,” ujar Heru dalam keterangannya kepada WARTALIKA.id, Minggu (24/1/2021).

Sementara Dewan Pakar FSGI, Retno Listyarti mengatakan, di saat bencana gempa terjadi, masa pandemi Covid-19 belum dapat dikendalikan, maka ancaman kesehatan dan keselamatan menjadi ganda. Menjaga jarak sangat sulit ketika harus berdesakan di tenda darurat, apalagi ketika jumlah anak-anak di lokasi pengungsian banyak.

Retno menambahkan, pemerintah Daerah sedang kini mendata jumlah korban meninggal dan terluka, namun karena kondisi lapangan (ada desa yang belum dapat dijangkau karena terisolir). Banyak pegawai pemerintah yang juga menjadi korban, maka pendataan sedikit terhambat, termasuk pendataan pendidik dan peserta didik yang menjadi korban.

‘Dinas Pendidikan Provinsi dan kabupaten/kota di Sulawesi Barat belum merilis data berapa pendidik, tenaga pendidikan dan peserta didik yang selamat dan yang menjadi korban terluka atau mungkin meninggal dunia,” katanya.

Yang menjadi konsen FSGI adalah keselamatan pendidik atau guru, jika para guru selamat dalam musibah bencana alam tersebut, dan jaringan internet kembali pulih seperti semula, serta para guru yang mengungsi masih memiliki alat daring, maka para guru dapat membantu pendataan siswanya yang menjadi korban melalui grup whatsApp kelas.

Selain itu, para guru juga dapat memprediksi kapan saat yang tepat melakukan pembelajaran jarak jauh pasca gempa, menyesuaikan kondisi para siswanya.

“Dalam situasi di pengungsian yang kurang nyaman, biasanya anak-anak senang bersekolah untuk hiburan dan mengisi waktu mereka sehari-hari”, pungkas Retno.

Disisi lain, FSGI juga mendorong Pemerintah Pusat dan Pemerintah daerah untuk memenuhi hak pembelajaran dengan menetapkan prioritas.
Seperti dalam situasi pasca bencana seperti terjadi di Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan dan Jawa Barat.

Dikutip dari website Kemdikbud, Asesmen Nasional 2020 merupakan pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program keseteraan jenjang sekolah dasar dan menengah.

Perubahan mendasar pada Asesmen Nasional  adalah tidak lagi mengevaluasi capaian murid secara individu, tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

Asesmen Nasional dirancang tidak hanya sebagai pengganti ujian nasional dan ujian sekolah berstandar nasional, namun sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan. AKM juga merupakan langkah dari memerdekakan siswa dengan bebasnya peserta didik dari diskriminasi sistemik yang berdampak pada pembelajaran atau pemerolehan materi.

 

 

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications