• NASIONAL
  • Dua Penyelundupan Narkoba ke Lapas Digagalkan, Begini Kronologisnya

Dua Penyelundupan Narkoba ke Lapas Digagalkan, Begini Kronologisnya

WARTALIKA.id – Upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) didua dilokasi berbeda berhasil digagalkan. Kejadian tersebut terjadi di Lapas Kelas I Malang, Jawa Timur dan di Lapas Khusus Narkotika Kelas IIA Jayapura.

Hal ini diungkapkan Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Rika Aprianti, Rabu (27/1).

“Hari ini terdapat dua upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas, yang pertama ditemukan dalam barang titipan pengunjung yang akan dikirim ke tiga orang narapidana (napi). Sedangkan yang kedua dilempar oleh orang tidak dikenal dari tembok luar lapas. Ini merupakan bukti komitmen kami dalam pemberantasan peredaran narkoba,” ujar Rika.

Ia mengatakan, berawal saat petugas Lapas Malang Lowokwaru, Jawa Timur menerima barang bungkusan makanan titipan dari pengunjung melalui layanan kunjungan drive thru sekitar pukul 12.50 WIB. Namun saat diperiksa melalui Sinar X-Ray inspection scanner, terdeteksi benda yang mencurigakan di campur dalam bungkusan makanan tradisional khas Malang.

Alhasil, setelah diperiksa petugas ditemukan 50 paket tembakau gorila dan ganja di campur mendol yang dibalut dengan lakban.

“Atas perbuatannya pengunjung tersebut langsung diamankan dan diserahkan ke pihak berwajib guna diproses lebih lanjut,” kata Rika.

Sementara di Lapas Narkotika Jayapura, orang tak dikenal melempar bungkusan mencurigakan dari luar tembok lapas. Barang tersebut ditemukan oleh salah satu petugas di halaman pos penjagaan blok warga binaan.

Pada saat itu terdengar bunyi benda jatuh. Saat diperiksa, ditemukan jenis ganja seberat 180 gram dan satu buah ponsel yang dibungkus kaos dan lakban. Atas temuan tersebut, petugas langsung berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Jayapura.

“Kedua modus tersebut sering terjadi di berbagai daerah. Masuknya barang dari luar juga ada peran masyarakat. Padahal kami sangat berharap masyarakat turut mendukung kami mencegah peredaran narkoba di Lapas dan Rutan. Memberantas narkoba bukan hanya tugas jajaran kami, tapi juga butuh peran dan dukungan masyarakat. Paling tidak stay minimal, masyarakat tidak terlibat,” tambah Rika.

Rika juga mengungkapkan sepanjang bulan Januari terdapat 12 kali penggagalan upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lapas dan Rutan oleh petugas. Upaya tersebut terjadi di Lapas Teluk Dalam, Rutan Surakarta, Lapas Tanjung Pinang, Lapas Bangko, Lapas Ambon, Lapas Lansa, Rutan Wonosobo, Lapas Semarang, Lapas Blangpidie, Lapas Muara Enim, Lapas Malang dan Lapas Khusus Narkotika Jayapura. Adapun modus yang dilakukan mayoritas dengan dimasukkan dalam barang titipan bagi narapidana maupun dilempar dari balik tembok luar Lapas atau Rutan.

Lebih lanjut Rika menambahkan, dengan maraknya peredaran dan modus penyelundupan narkotika ke dalam Lapas dan Rutan. Sepanjang tahun 2020 tercatat terdapat 104 upaya penyelundupan narkoba yang berhasil digagalkan petugas. Ditjenpas berkomitmen akan menindak tegas siapapun, baik petugas maupun narapidana yang terlibat.

“Tidak ada toleransi bagi kami. Bagi petugas, Pulau Nusakambangan menanti,” tegas Rika.

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications