• MEGAPOLITAN
  • Wali Kota Jakbar Hadiri Pelantikan 60 Satgas PTSL Tahun 2021

Wali Kota Jakbar Hadiri Pelantikan 60 Satgas PTSL Tahun 2021

WARTALIKA.id – Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto menghadiri acara pelantikan 60 Satuan Tugas (Satgas) Pendaftaran Tanah Sistematis Langsung (PTSL) Tahun 2021.

Pelantikan ini digelar di halaman parkir Kantor Pertanahan Jakarta Barat Jalan Kembangan Utama, Komplek Permata Buana RT 01/03 Kelurahan Kembangan Utara, Kembangan, Jumat (29/1/2021).

Acara pengambilan sumpah Satgas PTSL ini dipimpin oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Barat, Sri Pranoto dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Sri Pranoto mengatakan, bahwa Satgas PTSL bekerja untuk mendata dan memastikan bidang tanah masyarakat baik fisik maupun administrasi untuk proses sertifikasi.

“Satgas ini bekerja di 56 Kelurahan se-Jakarta Barat. Target kita mendapatkan data semaksimal mungkin dari masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, ini merupakan program strategis nasional khususnya untuk masyarakat yang memiliki tanah belum bersertifikat, dan ini menjadi prioritas.

Untuk tahun ini, kata Sri Pranoto, pihaknya belum menargetkan jumlah bidang tanah yang tersertifikasi. Namun pihaknya akan mendata sebanyak- banyaknya bidang tanah yang belum bersertifikat di wilayah Jakarta Barat.

“Di Jakarta Barat masih ada sekitar 5.000-6.000 bidang tanah belum bersertifikat. Kalau asset, sedang kita koordinasikan dan inventarisasi bersama Wali Kota, sampai di mana aset kita clustering, mapping, yang bisa sertifikat, disertifikatkan,” terang dia.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto mengapresiasi pelantikan Satgas PTSL yang bertugas di 56 Kelurahan se-Jakbar. Pihaknya turut bersinergi melalui jajaran Kelurahan untuk membantu Satgas PTSL dalam mendata bidang tanah.

“Keberadaan Satgas PTSL akan sangat membantu masyarakat untuk memproses sertifikat bidang tanah yang dimiliki. Hal tersebut membuat data tata ruang di Jakarta Barat akan menjadi lebih jelas, sehingga dapat diproses secara administrasi,” tambah Uus.

Uus juga menuturkan, jadi data tata ruang ini bisa kelihatan, seluruh tanah yang ada, khususnya di Jakarta Barat sudah terdaftar. Mengenai masalah nanti jadi sertifikat atau tidak, bisa ditindaklanjut, apakah ada proses hukum, masalah keluarga yang menyebabkan belum bisa diproses.

“Namun secara keseluruhan seluruh lahan yang ada di Jakarta bisa dipetakan, untuk bisa diproses lebih lanjut setelah proses administrasinya memenuhi,” pungkasnya.

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications