• HANKAM
  • POLRI
  • Polres Kepulauan Selayar Dalami Kasus Penjualan Pulau Lantigiang

Polres Kepulauan Selayar Dalami Kasus Penjualan Pulau Lantigiang

WARTALIKA.id  – Sudah ada tujuh orang yang diperiksa. Sisanya, penyidik akan mendalami keterangan saksi lainnya. Hal ini dikatakan Kapolres Kepulauan Selayar AKBP Temmangnganro Machmud, Sabtu (30/1/2021), menanggapi adanya kasus penjualan Pulau Lantigiang, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Saksi lainnya yang diperiksa adalah Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Jinato bernama Nur Aisyah Amnur, kepala dusun, hingga warga.

“Dari hasil penyelidikan terungkap bahwa seorang warga berinisial SA telah menjual tanah di kawasan Pulau Lantigiang seharga Rp 900 juta ke perempuan berinisial AS. Dan SA telah menerima uang muka senilai Rp 10 juta dari AS,” ungkap AKBP Temmangnganro dilansir detikcom.

Pihaknya masih akan mendalami keterangan sejumlah saksi lainnya, di antaranya kepala desa dan sekretaris desa, yang disebut terlibat dalam pembuatan surat perjanjian jual-beli pulau antara SA dan AS.

“Penjualan tersebut memiliki surat keterangan jual-beli tanah Pulau Lantigiang yang dibuat oleh Sekdes Jinato 2015, yang diketahui oleh Kepala Desa Jinato 2015,” katanya.

“Saat ini kami masih akan mengumpulkan bukti-bukti lainnya untuk menentukan pihak yang dirugikan terkait penjualan Pulau Lantigiang tersebut,” lanjutnya.

Perlu diketahui Pulau Lantigiang terletak di Desa Jinato, Kecamatan Bonerate, Kepulauan Selayar. Pengelola Taman Nasional Wilayah II Jinato menyebut masyarakat setempat tidak boleh memiliki tanah di Pulau Lantigiang karena berstatus dalam kawasan taman nasional.

Namun masyarakat disebut boleh terlibat dalam pengelolaan wisata karena Pulau Lantigiang merupakan zona pemanfaatan. Kawasan pulau tersebut memang telah disiapkan sebagai kawasan wisata. (dtk)

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications