• REGIONAL
  • Panitia Misa Pertama Pastor Yamrevav Msc Sambangi Masyarakat Adat Watngon

Panitia Misa Pertama Pastor Yamrevav Msc Sambangi Masyarakat Adat Watngon

WARTALIKA.id – Persiapan Misa Pertama Pastor Nikolaus Yamrevav Msc di Ohoi Iso Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara yang direncanakan pelaksanaannya pada April 2021 mendatang. Panitia persiapan tersebut mulai menyambangi masyarakat Adat Ohoi Watngon untuk mencari dana dengan memperagakan Tarian Saryaat ke setiap rumah penduduk Ohoi Watngon.

Hal ini disampaikan Ketua Rombongan Lompay Yamrevav saat berada di Ohoi Watngon Minggu 7 Februari 2021.

Lompay Yamrevav Ketua Rombongan Saryaat ketika ditanya tentang kegiatan tersebut mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut  merupakan bagian dari budaya dan kearifan lokal masyarakat Adat Kei sebagai ungkapan rasa kasih sayang diantara mereka.

“Dan juga masyarakat Adat Ohoi Watngon menerima dan menyambut hangat kehadiran Panitia tersebut secara Adat di ujung kampung Ohoi Watngon,” kata dia.

Fitus Savsavubun yang juga pembawa acara penjemputan menambahkan, setelah dilaksanakan acara penyambutan oleh Pemerintah Ohoi Watngon bersama Badan Saniri Adat, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat kemudian memasuki Ohoi Watngon dengan tarian Adat Saryaat dalam jumlah banyak di iringi Tipa Gong dan seruling yang sungguh meriah.

“Tarian ini mengunjungi setiap rumah warga dan kewajiban setiap rumah dapat memberikan Voor Yaaf/Sirih pinang berupa harta Adat (Uang  dan atau Mas, Lela Adat) sebagai sarana Adat untuk menyapa kehadiran mereka,” imbuhnya.

Menurutnya, karena itu sudah didasari adanya hubungan kekerabatan/kekeluargaan masyarakat adat di kedua pihak yang memiliki hubungan perkawinan silang sejak leluhur.

“Sehingga apabila terjadi sebuah hajatan keluarga seperti ini perlu ada perhatian bersama,” ucap Fitus Savsavubun.

Sementara Silfester Avloubun Pj. Kepala Ohoi Watngon menegaskan kepada semua pihak saat itu bahwa masyarakat Adat Ohoi Watngon siap memberi dukungan positif terhadap pelaksanaan Misa pertama Pastor Nikolaus Yamrevav Msc di Ohoi Iso nantinya.

“Kegiatan ini didasarkan pada falsafah leluhur yaitu  “AIN NI AIN, AIN ULIN KIDKIDIN AIN, AIN NI RAWAI AIN, AIN NI KES AIN“  yang kemudian foing fo kut ne fau fo banglu artinya daun kelapa kering  disatukan dengan ikatan tali menjadi sebuah suluh/obor baru bisa dibakar dan menyala sebagai lampu/pelita disaat kegelapan sementara fau fo banglu mengandung arti benda besi ditempah menjadi sebuah peluru atau anak panah, dan ketika tidak ditempa maka adalah besi belaka dan bukan peluru untuk siap tembak,” kata silfester.

Semoga hubungan dan kekerabatan ini, kata dia dapat terjaga dan di lestarikan dengan baik. Dalam tata kehidupan setiap hari dan bukan sebaliknya, sehingga dalam menghadapi hajatan seperti ini hendaklah menjadi tanggung jawab bersama.

“Semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik demi untuk pelaksanaan Misa Pertama Pastor Nikolaus Yamrevav, Msc di Ohoi Iso nanti,” tutupnya.

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications