• REGIONAL
  • Berbuntut Bentrokan, Rapat Pleno BSO Ohoi Wain Ditunda

Berbuntut Bentrokan, Rapat Pleno BSO Ohoi Wain Ditunda

WARTALIKA.id – Badan Saniri Ohoi (BSO) Ohoi Wain Kecamatan Kei Kecil Timur Kabupaten Maluku Tenggara, Rabu 10 Februari 2021 berbuntut batal karena adanya bentrokan masyarakat setempat. Hal ini disampaikan Ketua BSO Ohoi Wain Pit Yaflean kepada WARTALIKA.id bertempat di kediaman Sekretaris Ohoi, Kamis siang 11 Februari 2021.

“Rapat Pleno tersebut baru saja dibuka dan selaku Ketua memberikan sambutan dan arahan terkait agenda Pleno tersebut. Namun terjadi penyerobotan oleh sekelompok masyarakat dan melakukan aksi yang tidak bagus terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut sehingga Pimpinan Rapat dalam keadaan terpaksa menyatakan skors rapat sampai dengan waktu yang tidak ditentukan,” kata Pit Yaflean penuh sesal.

Pit Yaflean menjelaskan bahwa rapat pleno tersebut baru ada pada tahapan verifikasi Berkas Bakal Calon tentang Syarat Umum dan Syarat Khusus berdasarkan kepada Peraturan Pemerinta Daerah Kabupaten Maluku Tenggara  (Perda 03 Tahun 2009), tentang Desa/Ohoi di Kabupaten Maluku Tenggara.

“Dan juga ada agenda tentang pembahasan surat masuk yang dianggap penting untuk pembahasan serta persetujuan dan atau penolakan,” kata dia.

Menurut Yaflean bahwa terkait surat masuk adalah Surat Keterangan Dewan Adat dalan wilayah Kabupaten Maluku Tenggara Nomor : 09/DA-RUS-RLL/II/2021  tertanggal 06 Februari 2021, tentang kewenangan pemberian Rekomendasi oleh Raja kepada Bakal Calon Kepala Ohoi Definitif.

“Bahwa belum sampai kepada agenda tersebut terjadi penyeroboan paksa oleh sekelompok masyarakat setempat guna menghalangi pelaksanaan pleno BSO tersebut. Sehingga untuk menjaga ketertiban masyarakat, maka Ketua BSO Ohoi Wain selaku pimpinan rapat terpaksa menyatakan skors dengan batas waktu yang tidak ditentukan,” ujarnya.

Tambah Yaflean, bahwa bukan saja sekali tindakan tersebut namun pleno pertama seperti hal yang sama sehingga pleno perlu dialihkan lokasi ke Kantor Camat Kei Kecil Timur di Rumaat.

“Namun 4 orang dari 7 anggota BSO menyatakan tidak hadir maka jelas unsur kehadiran anggota tidak terpenuhi, maka rapat dibuka dan kemudian diskors kembali untuk pelaksanaan di hari Rabu 10 Februari 2021 di Balai Rakyat Ohoi Wain, namun pula mengalami hal yang sama,” ujarnya.

Pit Yaflean juga berharap agar semua pihak dapatlah menahan diri terhadap pelaksanaan Rapat Pleno BSO tersebut, karena baru saja pada tahapan verifikasi dan belum masuk kepada tahapan penetapan bakal Calon.

“Berikanlah kesempatan kepada pihak BSO untuk bekerja dan melaksanakan tugas verifikasi secara cermat dan jujur, sehingga pada gilirannya jika terdapat kekurangan persyaratan dalam pemberkasan ini maka akan dikembalikan untuk dilengkapi dengan batas waktu yang ditentukan,” bebernya.

Perlu dipahami bahwasan nya pihak BSO tidak pernah ada keberpihakan kepada bakal calon siapapun, sehingga setiap berkas Bakal Calon Kepala Ohoi Wain definitif akan diverifikasi secara saksama oleh ke 7 anggota BSO secara lengkap sebagai syarat masuk Calon Kepala Ohoi Definitif.

Sementara hasilnya akan ditetapkan dalam sebuah agenda khusus BSO yaitu Rapat Pleno hasil Verifikasi BSO Ohoi Wain yang nantinya ditetapkan pula dalam Pleno Penetapan Calon Kepala Ohoi Wain Definitif.

“Baik itu Satu Orang Calon dan ataukah Dua Orang Calon yang kemudian akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara melalui Camat setempat untuk dievaluasi,” jelas Yaflean.

Untuk itu Yaflean juga berharap kepada semua pihak agar selalu dapat menahan diri. “Dan dapatlah memberikan kesempatan kepada kami untuk dapat bekerja dengan hati dan nurani,” tutup Yaflean.

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications