• MEGAPOLITAN
  • Terkait Finance Nakal di Tangerang, Ketum LPKNI Minta Pemerintah Membuat Sanksi Tegas

Terkait Finance Nakal di Tangerang, Ketum LPKNI Minta Pemerintah Membuat Sanksi Tegas

WARTALIKA.id – Terkait restrukturisasi dimasa pandemi Covid-19, banyak sekali finance nakal dan melanggar aturan pemerintah di Tangerang. Hal ini menjadi keluhan sejumlah masyarakat dan juga diungkapkan Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kabupaten Tangerang Nonce Thendean, kepada wartawan, Senin kemarin 22 Februari 2021.

“Seharusnya, setiap finance yang diberikan ijin harus sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku,” tegas Nonce seraya meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus selektif memeriksa dan menertibkan kembali finance-finance yang tidak berjalan semestinya.

Hal itu harus dilakukan OJK. Pasalnya kata dia jika ada nasabah yang mengalami kesulitan dan mengajukan restrukturisasi dimasa pandemi Covid-19 ini, finance harus menanggapinya secara cepat.

Terlebih, lanjutnya, hal itu sudah diintruksikan langsung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Jadi tidak ada permainan-permainan dan saling lempar bola. Jadi ketika kreditur meminta restrukturisasi dari finance cabang dikatakan belum ada persetujuan dari pusat,” tegasnya.

“Sementara malah sebaliknya pusat menyatakan belum ada pengajuan dari cabang. Ini kan ada indikasi pihak finance justru diduga mencari keuntungan dari situasi tersebut,” tambahnya.

Melansir ragamindonesia.com, Herman salah satu kreditur Suzuki Finance yang menjadi korban mengaku, dirinya melakukan kredit mobil seharga Rp270 juta dengan cicilan Rp10 juta/bulannya. Dikarenakan dirinya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pandemi Covid-19, otomatis mengajukan restrukturisasi kepada Suzuki Finance.

“Namun justru dipermainkan dan dilempar bola. Hingga saat ini pengajuannya sejak Januari, sudah satu bulan belum juga ada tanggapan. Bunga jalan terus dan semakin memberatkan,” tuturnya saat dikonfirmasi.

Hal serupa dialami Ali yang juga kreditur Suzuki Finance. Dia mengaku, pengajuan restrukturisasi denda kredit pick up-nya ditolak oleh pihak finance.

“Padahal saya selama cicilan empat tahun tidak ada masalah, setelah lunas terdapat denda sekitar Rp27 juta. Saya mengajukan restrukturisasi untuk keringanan untuk membayar denda, eh malah ditolak,” terang Ali.

Air Koordinator Suzuki Finance cabang Alam Sutera, Fredy Hermawan membantah hal diatas. Dia menyatakan, pihaknya telah menjalani tiga kali restrukturisasi dan untuk saat ini belum ada keputusan untuk restrukturisasi kembali.

Namun, terkait kasus yang dialami Herman dan Ali itu bukan pengajuan restrukturisasi melainkan rescheduling.

Dia mengaku, telah memfollow up dan diajukan ke Suzuki Finance pusat, namun sampai saat ini belum juga ada persetujuan dari pusat.

“Kami kan cabang, bila belum ada persetujuan dari kantor pusat ya belum bisa memenuhi keinginan kreditur,” katanya

Terpisah, Ketua Umum Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI), Kurniadi Hidayat saat diminta tanggapan nya terkait restrukturisasi dimasa pandemi Covid-19 mengatakan jika pemerintah harus lebih menekankan hal tersebut secara luas dan juga menerapkan sanksi-sanksi kepada finance yang nakal.

“Ini kan butuh peran serta dan ketegasan dari pemerintah juga, kalau pemerintah nya tegas. Pasti para finance tidak akan berani berbuat nakal,” kata Kurniadi via pesan WhatsApp, Rabu (24/2).

Kurniadi menuturkan, peran pemerintah bisa lebih vital dalam mengatur finace agar tidak berbuat nakal dengan menertibkan aturan-aturan dan sanksi tegas.

Hal itu, menurutnya juga bisa memberikan rasa aman dan nyaman kepada para kreditur atau nasabah dengan adanya regulasi sanksi yang membela Hak para kreditur disaat masa pandemi ini.

“Iya jangan cuma membuat restrukturisasi kreditnya saja, tapi sanksi-sanksinya gak ikut di atur, buat aturan yang ada sanksi nya memberatkan dan tegas dalam penindakan, jangan cuma sekedar himbauan. Karena kreditur atau konsumen itu juga kan membuat perputaran ekonomi jalan, namun saat pandemi ini kita semua tau jika ekonomi mandek, banyak karyawan di PHK dan Pengusaha yang pailit,” pungkasnya. (RI/Drey)

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications