Guru Divaksin, KPAI Minta Pemerintah Tetap Hati-hati Buka Sekolah Tatap Muka

2 bulan ago
8

WARTALIKA.id – Atas rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim akan membuka sekolah tatap muka pada tahun ajaran baru 2021/2022 pada Juli yang akan datang setelah para guru mendapakan vaksin Covid-19, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta agar pemerintah berhati-hati menyiapkan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengapresiasi Pemerintah Jokowi yang sudah memprioritaskan pemberian vaksin kepada pendidik dan tenaga kependidikan. Hal ini adalah bentuk kepedulian pemerintah pada para guru yang merupakan garda terdepan dalam melayani proses pembelajaran kepada peserta didik.

“Kami mendorong pemerintah untuk merancang pengujian vaksin untuk usia anak agar herd immunity atau kekebalan kelompok terwujud,” kata Retno dalam keterangannya yang diterima WARTALIKA.id, Rabu (24/2).

Menurutnya, herd immunity sulit terwujud jika hanya pendidik dan tenaga kependidikan yang divaksinasi. Vaksin dimasukan ketubuh untuk membantu sistem imun mempelajari virus dan melawannya tanpa harus sakit.

“Kami juga menghimbau para pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah di vaksin tetap harus melakukan protokol kesehatan 3M yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun,” ujar Retno.

Dia juga menyebut, jangan mengira setelah ada vaksin berarti akan bebas, tidak pakai masker lagi dan abai menerapkan 3 M, karena ini masih pandemi Covid-19.

“Vaksin akan diberikan kepada masyarakat secara bertahap karena jumlah vaksin masih terbatas. Alhasil, masih akan banyak orang yang belum divaksin sehingga virus tetap dapat menyebar dan berisiko menginfeksi siapa saja,” ucapnya.

Berdasarkan teori, suatu wilayah dapat dikatakan bebas dari penyakit jika sudah terjadi kekebalan kelompok atau herd immunity. Kondisi ini bisa dicapai dengan pemberian cakupan vaksin mencapai 90 persen.

Retno juga menegaskan, meski para pendidik dan tenaga kependidikan sudah divaksin, namun Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah tetap harus memastikan penyiapan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Juli 2021 menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Dipastikan sekolah-sekolah harus sudah menyiapkan infrastruktur dan Protokol Kesehatan sesuai SOP Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di satuan pendidikan, hal ini kata dia, demi melindungi warga sekolah, terutama peserta didik, mengingat vaksin Covid-19 untuk anak-anak belum tersedia.

“Pastikan 5 Siap, yaitu siap daerahnya, siap sekolahnya, siap gurunya, siap orangtuanya, dan siap anaknya. Jika salah satu tidak siap, maka tunda buka sekolah tatap muka karena akan berpotensi menjadikan sekolah sebagai kluster baru. Harus dipastikan juga bahwa kasus Covid-19 di wilayah itu sudah landai,” pungkas Retno.

Mulai Februari 2021 ini sambungnya, KPAI akan terus melakukan pengawasan terhadap penyiapan dan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) tahun 2021.

“Saat ini pun, saya sedang melakukan pengawasan ke sekolah-sekolah yang sudah memulai PTM secara terbatas di wilayah Jawa Barat,” tegasnya.

Default title

Follow Us

Social Media Followers

Random Pick

Most Readed By Users