• REGIONAL
  • Lepas Sambut Bidan Siska Menuai Deraian Air Mata

Lepas Sambut Bidan Siska Menuai Deraian Air Mata

WARTALIKA.id – Fransiska Avloubun seorang Bidan yang bertugas di Puskesmas Ohoi Abean Kamear Kecamatan Kei Kecil Timur Kabupaten Maluku Tenggara karena kepentingan formasi pada Puskesmas Rumat akhirnya harus menerima Mutasi kepindahannya kembali ke Puskesmas Rumaat.

Hal ini disampaikan Kepala Puskesmas Rumaat Hesty Rahantoknam saat menghadiri Acara Lepas Sambut yang dilaksanakan Pemerintah Ohoi Abean Kamear, Sabtu 27 Februari 2021.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Puskesmas Rumaat bersama semua jajarannya, Kepala Ohoi Abean Kamear bersama semua Perangkat Ohoi dan Kelembagaan, Badan Saniri Ohoi (BSO), Kelompok Perempuan serta Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda serta Tokoh Perempuan dan seluruh Masyarakat Ohoi Abean. Juga turut hadir Pj. Kepala Ohoi Watngon dan Perangkatnya serta sejumlah keluarga.

Kegiatan Lepas Sambut ini diawali dengan Serah Terima sekaligus penanda tanganan Berita Acara Serah Terima yang disaksikan Kepala Puskesmas Rumat Hesty Rahantoknam, Kepala Ohoi Abean Kamear, Ketua Pemuda dan Sekretaris Ohoi Abean Kamear.

Kemudian Bidan Siska menyerahkan Berita Acara tersebut sebagai Dokumen Negara kepada Bidan Penggantinya dan Bidan Pengganti bersedia menerimanya.

Hesty Rahntoknam dalam sambutan lepas sambut ini mengatakan bahwa mutasi kepindahan bagi Pegawai Negeri Sipil adalah hal biasa, sesuai dengan kepentingan dinas karena formasi Puskesmas memberian ruang untuk perlu diisi, demi penyelenggaraan Pemerintahan pada Puskesmas Rumaat dapat berjalan maksimal dalam rangka pelayanan publik dibidang Kesehatan.

“Dengan Mutasi Kepindahan bagi Bidan Siska ini lalu menimbulkan asumsi yang negatif, akan tetapi hal ini merupakan penyegaran dan roling bagi seorang Aparatur Sipil Negara atau Pegawai Negeri Sipil, sehingga yang bersangkutan jangan merasa jenuh ditempat tugas tersebut,” jelas Hesty.

Sementara Kepala Desa/Ohoi Abean Kamear Hi. Abdulla Toatubun dalam sambutan perpisahan itu mengatakan bahwa Pemerintah Ohoi Abean Kamear serta masyarakatnya sungguh merasa kehilangan Bidan Siska.

“Karena selama 15 tahun 5 bulan bertugas di Puskesdes Ohoi Abean Kamear selalu memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat tanpa pandang kasih dan keberpihakan, selalu ramah dalam pelayanan, dan setiap hari selalu door to door disetiap rumah, tak pernah mengenal lelah jika diminta kesediaannya di luar jam kedinasan tanpa pamrih,” imbuh Kades dengan nada sedih.

Masih juga Toatubun bahwa atas nama Pemerintah Ohoi, Masyarakat dan Keluarga menyampaikan selamat menjalankan tugas di tempat tugas baru dengan sebaik baiknya.

“Berikanlah contoh dan teladan yang baik ditengah tengah teman sejawat dan semuanya ini tak dapat kami berikan sesuatu untuk membalas Jasa pelayananmu di tengah masyarakat Ohoi Abean Kamear,” ucapnya.

Ditempat yang sama pula Faisal Toatubun Sekretaris Ohoi Abean Kamear saat diminta komentar terkait kinerja Bidan Siska menyebut bahwa luar biasa apa yang dilakukan Bidan Siska ditengah kehidupan masyarakat Abean Kamean, dan buktinya bahwa kegiatan Lepas Sambut sejak awal hingga saat ini selalu disertai dengan deraian air mata.

“Baik itu Bidan Siska dan Suaminya Longginus Wemaf maupun Kepala Ohoi dan Perangkatnya pun juga Masyarakat secara keseluruhan yang sempat hadir saat ini,” kata Faisal sedih.

Dikatakannya, didalam kehidupan kebersamaan selama ini tak pernah adanya perbedaan, bahwa Bidan Siska ini Katolik dan kami masyarakat mayoritas Muslim, namun semuanya sama dalam tugas pelayanannya.

Disaat jabatan tangan yang disertai penyerahan Cendramata terlihat bahwa tanpa kecuali seorangpun yang berjabat dengan  tangan kosong baik Para Ibu maupun Kaum Bapak, dan tanpa berpikir maraknya Pandemi COVID-19 mereka berjabat tangan disertai pelukan kasih sayang tanpa kecuali.

Hal ini membuat Pemerintah Ohoi Abean Kamear serta masyarakat merasa kehilangan Bidan Siska dari kehidupannya.

Seorang Warga Ohoi Watngon Fitus C. Savsavubun menambahkan bahwa kegiatan hari ini jangan hanya berfikir serimonialnya, akan tetapi hikmah kegiatan ini perlu dimaknai dalam hidup dan kehidupan masyarakat setempat.

“Berbagai hal yang menjadi hambatan dan tantangan perlu menjadi perhatian bersama untuk menata kembali tata hidup kita setiap hari,” kata dia.

Falsafah hidup masyarakat Kei yang ditinggalkan leluhur seperti  “AIN NI AIN, AIN NI RAWAI AIN, AIN ULIN KID KIDIN AIN“ hendaklah kita lestarikan serta wujudnyatakan dalam kehidupan kita sebagai masyarakat Adat.

“Usai kegiatan tersebut semua pihak secara aklamasi menghantar kembali Bidan Siska dan Keluarga dari Ohoi Abean Kamear menuju kediamannya di Ohoi Watngon, diiringi tipa gong dan lagu Gandong Lamari Gandong disepanjang jalan menuju kediamannya dan kemudian ditutup dengan Lagu Sayonara yang dinyanyikan bersama,” tutupnya.

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications