• NASIONAL
  • POLITIK
  • Pengamat Politik, Samuel F Silaen: Siapa Unggul Adu Strategi Kubu AHY Vs Moeldoko

Pengamat Politik, Samuel F Silaen: Siapa Unggul Adu Strategi Kubu AHY Vs Moeldoko

1 bulan ago
10

Memanasnya konflik internal partai Demokrat antara kubu AHY vs Moeldoko, semakin seru untuk disimak. Kedua kubu saling memperlihatkan kekuatannya, buktinya gugat menggugat salah satu ciri-ciri bahwa pertempuran kedua kubu makin panas.

“Konflik partai politik Demokrat ini mengarah kepada hal yang tak dapat dijangkau oleh akal sehat yang logis. Adu jurus dalam memenangi pertarungan politik dan opini publik sedang dimainkan oleh kedua kubu yang sedang berseteru ini,” terang pengamat politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen kepada wartawan di Jakarta, Minggu (14/3).

Misalnya, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya akan santet dan ada juga akan kirimkan pasukan kebal dan sakti, dll, untuk apa semua itu kira-kira. Apakah ini bagian dari seword (gertakan) seperti mengarah kepada peperangan kontak fisik.

“Adu kekuatan faksi politik tidak terelakkan dalam perebutan pucuk pimpinan partai Demokrat yang paling sah dan konstitusional pasca rencana adanya gerakan kader, pengurus, pendiri dan senior terendus hingga terjadinya KLB Deli Serdang- Sumatera Utara,” ungkap Silaem.

Dikatakannya, sampai kapan kira-kira kisruh tersebut selesai, perseteruan antara dua kubu? yang saling ‘klaim’ dan tuding- menuding.

Silaen, melihat dengan semakin melebarnya spektrum pertempuran, ini akan memakan waktu lama, karena sudah melibatkan dan menghire pihak-pihak yang dianggap penting dan dapat menambah amunisi kekuatan dikedua belah pihak, semakin masif dan terbuka,

Alumni Lemhanas Pemuda tahun 2009 itu juga menjelaskan jika adu taktik atau strategi dikedua belah kubu terlihat jelas dimainkan demi memperoleh keuntungan menuju kemenangan.

Pola-pola yang sudah lazim digunakan untuk merebut simpati dan dukungan dari pihak-pihak tertentu (eksternal), tinggal siapa yang paling tahan lama aja lagi ini,”

jelas Silaen berkaca dari pengalaman

Ia melihat akhir dari sebuah konflik atau hasil dari perseteruan dalam sebuah organisasi atau apapun namanya, sama seperti pribahasa ‘menang jadi arang kalah jadi abu’ artinya siapapun yang menang tentu saja juga rugi, ini hanya persoalan ‘gengsi’ saja namun tujuan tidak tercapai karena yang kalah akan lari ke parpol lain.

“Sesungguhnya jauh lebih baik tadinya mencari jalan tengah, jalan pinggir apakek namanya yang penting bersatu dan bersama mengumpulkan kekuatan dalam mencapai tujuan yang lebih besar, saling menurunkan ego masing-masing kelompok yang berbeda pandangan politik. Kecuali sudah ingin merusak rumah besar partainya,” imbuh aktivis organisasi kepemudaan itu.

Kebuntuan politik harus dilakukan mediasi dan kompromistis dikedua kekuatan faksi politik yang ada untuk mencari formula penyelesaian perbedaan kepentingan kelompok atas kekuatan politik yang ada, bukan saling menegasikan, maka jangan heran pasca konflik selesai maka selesai juga semuanya.

Silaen yang juga mantan fungsionaris DPP KNPI ini menambahkan, partai sudah tidak didukung publik atau konstituen akibat perpecahan yang ada.

“Jika semua ketidakpuasan diselesaikan dengan win-win solution niscaya bahwa tujuan yang lebih besar yang hendak dicapai terbuka lebar diraih secara bersama-sama,” tandas Silaen. (Drey)

Default title

Follow Us

Social Media Followers

Random Pick

Most Readed By Users