• REGIONAL
  • Badan Saniri Ohoi Rat Dilantik, Ini Pesan Camat KKT

Badan Saniri Ohoi Rat Dilantik, Ini Pesan Camat KKT

WARTALIKA.id – Badan Perwakilan Desa (BPD) dimana  di Maluku Tenggara disebut juga dengan nama Badan Saniri Ohoi (BSO) dalam kedudukanya bermitra dengan Pemerintah Desa/Ohoi, sehingga penyelenggaraan tugas Pemerintah Ohoi selalu dalam pengawasan BSO untuk mendapatkan penetapan dan pengesahan dalam penyampaian Laporan Pertanggung Jawaban, atas penyelenggaraan pemerintahan teristimewa dalam hal penggunaan keuangan Desa/Ohoi.

Hal ini merupakan penegasan Camat Kei Kecil Timur Abas. A. Renwarin saat memberikan Sambutan terkait Pelantikan Badan Saniri Ohoi (BSO) Ohoi Rat, Kamis 18 Maret 2021 bertempat di Balai Rakyat Ohoi Rat.

Camat Abas A. Renwarin berpesan kepada Pj. Kepala Ohoi dan BSO Ohoi Rat yang baru dilantik agar segera melakukan tugas percepatan proses pencalonan Kepala Ohoi Definitif Ohoi Rat menurut jenjangnya, serta mengacu kepada Perda No. 04 Tahun 2009 tentang Tata Cara Pencalonan Kepala Ohoi Definitif.

“Bahwa tugas Badan Saniri Ohoi (BSO) sangat berat, sehingga diharapkan dapat memberikan pikiran pikiran kritis yang bermanfaat terhadap pengelolaan pemerintahan Ohoi, sebagaimana Permendagri No. 20 Tahun 2018 tentang pengelolaan Keuangan Desa/Ohoi sebagaimana layaknya,” tegas Renwarin.

Menurutnya BSO harus tegas dan cerdas sebagai mitra Pemerintahan Ohoi berbasis masyarakat sehingga penyusunan APB Ohoi setiap tahun anggaran berjalan tetap melibatkan BSO, guna memperhatikan kebutuhan masyarakat yang tepat dan terukur.

“BSO selalu memperhatikan azas manfaat dalam penyusunan Rencana Kegiatan Pembangunan tahun berjalan, dan tetap melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kegiatan Pembangunan baik fisik maupun penguatan kapasitas dan mental kelembagaan maupun masyarakat. BSO juga harus mampu membuat berbagai regulasi yang dijadikan sebagai arah dan pedoman bagi  Pemerintah Ohoi dalam pelaksanaan kegiatan Pembangunan,” ungkap Camat.

Perlu dipahami dengan baik, lanjut Renwarin bahwa BSO adalah corong masyarakat artinya semua aspirasi masyarakat dapatlah tersalur melalui Lembaga BSO sebagai Perwakilan masyarakat di Ohoi.

Untuk itu, kata dia diharapkan kepada Pemerintah Ohoi Rat agar hindarilah sistem otoriter dalam perencanaan Pembangunan di Ohoi melainkan membangun kerjasama dengan semua kelembagaan teristimewa BSO, sebagai lembaga perwakilan masyarakat.

“Seringkali terjadi penyusunan rencana kegiatan pembangunan (RKP) di Ohoi terkesan dibuat sendiri oleh Pj. Kepala Ohoi dan perangkatnya tanpa melibatkan pihak lain,” bebernya.

Masih kata Renwarin, sekarang BSO sudah hadir ditengah kita, berarti birokrasi Pemerintahan Ohoi Rat harus berjalan, perangkat ohoi harus berperan aktif sesuai tugas pokok dan fungsi kerjanya. Artinya Pj. Kepala Ohoi sebagai pengguna anggaran, pengambil kebijakan sedangkan Sekretaris Ohoi adalah Kepala Kantor Ohoi yang didukung oleh staf (Para Kaur),

“Sedangkan Para Kepala Seksi sebagai Lini (tugas lapangan), olehnya itu maka tugas Sekretaris Ohoi sebagai motor penggerak terhadap staf dan lini dalam penyelenggaraan tugas pemerintahan di Ohoi Rat,” tegas Renwarin.

Renwarin  menyampaikan juga bahwa sering ada kantor Ohoi yang dijadilan sebagai pos Satpam, karena Perangkat Ohoi bertugas sebagai penjaga Kantor. Padahal mereka itu adalah Kepala Urusan dan Kepala Seksi yang harus melaksanakan pekerjaan administrasi Kantor dan bukan sebagai Piket jaga.

“Akhirnya, kepada saudara-saudara BSO Ohoi Rat yang baru dilantik ucapan proficiat bagimu semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menyertai kalian dalam tugas pengabdianmu,” tutup Camat.

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications