• REGIONAL
  • Kota Tual Siap Jadi Second Line Penunjang M-LIN Maluku

Kota Tual Siap Jadi Second Line Penunjang M-LIN Maluku

WARTALIKA.id – Salah satu Program Pemerintah Provinsi Maluku yang didorong ke Pemerintah Pusat Tahun 2021 adalah Provinsi Maluku yang akan dijadikan sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN), dimana Kota Tual memiliki sumber daya alam laut yang berpotensi menghasilkan berbagai jenis ikan kwalitas ekspor. 

Kepala Bappeda Kota Tual, Fary Rahayaan saat dihubungi melalui WhatsAppnya mengatakan M-LIN berpusat di wilayah Waai dan Tuleho Ambon dan seluruh Kabupaten Kota diposisikan sebagai “Second Line” penunjang  bagi optimalisasi M-LIN tersebut.

“Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual memulai dengan membangun kerjasama antar Daerah yang leaknya berdampingan dengan menggandeng Politeknik Perikanan Negeri Tual dengan Mitra lainnya seperti PT. SIS, PPN Dumar selaku Pelaku Usaha dan Pelabuhan Konteiner di Tual,” jelas Rahayaan.

Rahayaan menambahkan juga bahwa sumber anggaran dapat memanfaatkan APBN, APBD dan APBDes serta investasi swasta lainnya. Dengan demikian, kata dia maka sumber anggaran bagi operasinal kegiatan LIN bersumber dari angaran Pemerintah menurut jenjangnya agar dapat memberikan kontribusi pendapatan baik di Tingkat Desa, Kabupaten Kota, Provinsi hingga Pemerintah Pusat.

“Semua Kabupaten Kota se Provinsi Maluku diposisikan sebagai “Second Line penunjang terhadap M-LIN di Waai dan Tulehu sehingga semua hasil tangkap dapat tersalurkan secara sistematis menurut tingkatannya dan terstrukur dengan baik,” imbuhnya. 

Fary Rahayaan sangat optimis terhadap program tersebut, namun yang penting adalah membangun kerjasama antar kedua daerah Malra dan Kota Tual dalam rangka penguatan kapasitas Kelompok Nelayan di Tingkat Desa/Ohoi sebagai pelaku usaha termasuk administrasi kelompok Usaha.

“Indeks Prestasi Masyarakat (IPM) perlu mendapat perhatian terhadap upaya menciptakan kwalitas sumber daya manusia sehingga Pemerintah Kota Tual dan Malra maju dengan menggandeng Politeknik Negeri Tual di sathean, sedangkan terkait dengan Infrastruktur Sarana dan Prasarana juga perlu kerja sama dengan PT. SIS, PPN Dumar serta investasi lainnya,” terang dia.

Menurut dia, wilayah Kota Tual dan sekitarnya sudah memiliki generasi muda berprestasi di bidang Kelautan dan Perikanan, maka operasionalisasi dan optimalisasi Kelompok Nelayan Tangkap di kedua daerah ini untuk lebih profesional dalam pengembangan baik teknis operasional, sebagai lini terdepan bagi kelompok maupun ketatalaksanaan administrasi yang tertib dan terarah.

Fary Rahayaan berharap agar masyarakat Kota Tual jangan pesimis terhadap penetapan Kota Tual sebagai “Second Line penunjang  M-LIN di Daerah ini.

“Akan tetapi dengan penetapan Kabupaten Kota lainnya termasuk Kota Tual dan Maluku Tenggara sebagai “Second Line penunjang ini, mari bersama menata dan merangkainya untuk menggapai cita,” tutup Fary Rahayaan.

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications