PWI KOORDINATORIAT JAKARTA BARAT

  • NASIONAL
  • Bom Makasar, KPAI Ingatkan Banyak Informasi Tak Layak Anak

Bom Makasar, KPAI Ingatkan Banyak Informasi Tak Layak Anak

1 bulan ago
83

WARTALIKA.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkanp kepada seluruh orangtua untuk terus memperhatikan dan mengawasai para anak saat mendapatkan informasi mengenai tragedi ledakan bom bunuh diri di Gereja katedral Makassar.

Menurut Kepala Divisi Pengawasan, Monitoring, dan Evaluasi KPAI Jasra Putra, dalam peristiwa yang menimbulkan 14 korban luka-luka itu, banyak informasi yang tak layak dikonsumsi anak-anak.

“Tentunya berbagai informasi yang massif dan berseliweran terkait bom gereja katedral Makassar akan dibaca anak anak. Yang mengundang mereka bereaksi berbagai pernyataan di media sosialnya,” ujar Jasra dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/3/2021).

Ia menjelaskan, berbagai foto mau pun video terkait aksi teror di depan Gereja Katedral ini kemungkinan akan sangat mudah didapat para anak. Maka dari itu, Jasra meminta para orang tua terus mendampingi sang anak.

“Untuk itu penting orangtua menghindari dari informasi yang tidak layak di konsumsi anak, seperti perdebatan tiada ujung di publik. Yang membawa anak dalam perlakuan salah dan mengancam jiwanya seperti dalam saling persekusi, kekerasan gender berbasis online, bahkan menjadi berhadapan hukum,” ucap Jasra.

Untuk itu ia berharap, orangtua sebagai yang terdekat anak sangat penting mendampingi dan menghadirkan diskusi itu di dalam ruang keluarga.
Selain itu anak-anak mendapatkan informasi yang layak, yang menempatkan anak-anak dalam tumbuh kembang yang maksimal. Membangun edukasi yang lebih dominan pada kepekaan nilai-nilai kemanusiaan.

“Karena kebutuhan mereka yang besar dalam tumbuh kembangnya mensyaratkan kondisi dorongan dan intervensi yang bertujuan baik. Jangan sampai kebutuhan besar itu dipenuhi reaksi yang berujung mengancam jiwanya,” bebernya.

Dia menyebut, tak jarang foto dan video terkait aksi teror beredar masif di media sosial dengan narasi yang tak sesuai kenyataan.

Jasra khawatir hal tersebut masuk ke dalam pikiran sang anak tanpa penyaringan yang matang.

“Akhirnya menjadikan anak-anak lebih bertumbuh ke arah penyebaran kebencian ke orang lain, bahkan ke teman-temannya sendiri yang ikut menyikapinya. Jangan sampai anak-anak digiring dalam konflik tak berkesudahan yang berakibat buruk,” pungkasnya.

 

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP