PWI KOORDINATORIAT JAKARTA BARAT

  • REGIONAL
  • Dana Desa Ohoiseb 2018 Diduga Raib, Mantan Penjabat Kepala Ohoi Pilih Cuek

Dana Desa Ohoiseb 2018 Diduga Raib, Mantan Penjabat Kepala Ohoi Pilih Cuek

3 minggu ago
130

WARTALIKA.id – Dana Desa Ohoi Ohoiseb Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan Kabupaen Maluku Tenggara Tahun Anggaran 2018 raib entah kemana tanpa bukti pertanggung jawaban. Hal ini disampaikan Pj. Kepala Ohoi Ohoiseb Jaka Let-let kepada WARTALIKA.id, Jumat pagi 16 April 2021 di Rumah Ketua BSO setempat.

Menurut Pj. Kepala Ohoi Ohoiseb, Jaka Let-let bahwa dirinya hadir sebagai Penjabat Kepala Ohoi bukan saja urusan masalah penggelapan uang masyarakat, akan tetapi hak masyarakat yang sangat penting untuk di usut tuntas, karena semuanya ini bersumber dari Dana Desa tahun 2018.

“Bahwa Dana BUMO yang bersumber dari Dana Desa Ohoiseb bersumber dari Penyertaan Modal dari Dana Desa tahun 2018 sebesar Rp. 200 juta, sedangkan Dana Desa untuk pembangunan Balai Rakyat Ohoiseb tahun yang sama sebesar Rp. 140 juta tak tahu entah kemana. Itu juga belum lagi Upah Kerja Masyarakat terhadap pekerjaan Pagar Rp.60 juta tak pernah kunjung tiba,” beber Jaka.

Lanjut dia, bukan saja itu biaya penggunaan mobil L300 kurang lebih Rp. 12 juta ditambah harga pasir, kerikil dan batu besar hingga kini belum diterima.

“Saya sebagai Pj. Kepala Ohoi Ohoiseb serta Ketua BSO dan dua Orang Tenaga Kerja Pagar Ohoi Ohoiseb merasa sungguh kecewa,” paparnya.

Sementara menurut Abraham Jamco dan Jonathan Renyaan selaku tenaga kerja pagar Ohoi Ohoiseb bahwa anggaran Upah Kerja Pagar senilai Rp. 60 juta itu belum diterima satu sen pun, dan pekerjaan tersebut akhirnya masih ditanggukan.

“Hal itu karena material non lokal habis menyusul Upah Kerja yang masih mandek membuat para tenaga kerja kecewa hingga saat ini, dan masalah tersebut sudah dilaporkan kepada pihak Polsek Kei Kecil Timur, namun tidak pernah mendapat penanganan yang serius,” ungkapnya.

Jaka Let Let (Pj. Kepala Ohoi Ohoiseb) bersama Abraham Jamco dan Jonathan Renyaan tenaga kerja pagar berharap kepada pihak Kejari Tual untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut.

“Kami juga meminta kepada Kejaksaan Negeri Tual untuk segera memanggil Mantan Pj. Kepala Ohoi Ohoiseb dan Bendahara untuk mempertanggung jawabkan semuanya itu,” pintanya penuh kekecewaan.

Jaka Let Let mengutip sambutan Bupati Maluku Tenggara di Ohoi Tenbuk Kecamatan Kei Kecil Timur pada 12 April 2021 yang sangat merespon Program Jaksa Masuk Desa, maka dimintakan agar Tim Jaksa pada Kejaksaan Negeri Tual kiranya Ohoiseb merupakan bidikan pertama dalam program tersebut.

Ia berharap agar pihak Kejari Tual segera jadikan Ohoiseb sebagai bidikan pertama karena baik Polsek maupun Inspektorat masih bungkam.

“Ironisnya laporan pertanggung jawaban kok bisa diterima mentah-mentah, kasihan Dana Desa dan Upah Kerja dipermainkan begitu saja,” tutupnya.

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP