• REGIONAL
  • Nenek Animah Warga Sukatani Cisoka Kabupaten Tangerang, Nasibmu Kini?

Nenek Animah Warga Sukatani Cisoka Kabupaten Tangerang, Nasibmu Kini?

WARTALIKA.id – Nasib nahas nenek Animah warga kurang mampu di Kampung Situgabug RT 02 RW 04, Desa Sukatani, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang mulai mendapat titik terang. Dimana sebelumnya ia merasa terabaikan tanpa mendapat bantuan dari pemerintah setempat bahkan Camat Cisoka.

Diketahui dari siaran Press Release nomor PR/220 -Diskominfo Kabupaten Tangerang yang di kirim pada Minggu, (2/5/2021), disampaikan bahwa, pihak keluarga Nenek Animah sudah menerima bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Banten.

Namun hal itu mendapat bantahan oleh Suharta anak dari Nenek Animah yang menjelaskan jika dirinya ataupun keluarga mendapatkan atau menerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Suharta menegaskan bahwa dirinya tidak pernah mendapat bantuan PKH, dan mengaku tidak pernah diwawancarai soal sudah atau belum menerima bantuan PKH.

Saya hanya di tanya apa benar Pak Camat Cisoka datang memberikan bantuan. Senang tidak?, dapat bantuan dari Pak Camat. Saya jawab benar Pak Camat datang dengan membawa bantuan sembako, Alhamdulillah saya dan emak (Nenek Animah-red) senang di berikan bantuan oleh Pak Camat,” katanya, Minggu malam (2/5/2021).

Suharta menjelaskan, Ia mengaku pernah mendapat bantuan berupa sembako kurang lebih sekitar tiga atau empat bulan yang lalu dari Desa Sukatani sebanyak satu kali.

“Isi sembako berupa beras, minyak, mie, telur dan susu, waktu itu saya anter emak (nenek Animah) ngambilnya, kalau Pak Camat Cisoka kemarin pagi itu bantu sembako satu kali dan perwakilan pemda sama kecamatan sore-sore satu kali, terus Ibu Kapolsek juga sudah datang,” jelasnya.

Kepala Desa (Kades) Sukatani, Hj. Uum Umyanah saat di konfirmasi melalui ponselnya menyampaikan, terkait dengan PKH, itu di luar dari Desa. Untuk Desa sendiri sedang berupaya membantu memproses agar Nenek Animah atau Suharta bisa mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“Mau ada BLT turun nanti, sekarang lagi di proses di Desa, tenang aja, kalau sama Ibu mah gampang, gak susah-susah, Kalau PKH mah di luar dari Ibu ya, tiap bulan kan dia dapatnya itu, segala telor, uang dapetnya enak ajalah,” ujar Kades Uum.

“Waktu itu iya, pernah kasih sembako ke Nenek Animah, Desa dapat Bantuan Provinsi (Banprov) untuk penanganan covid-19, biasanya kan uang karena covid jadi di beliin sembako, tadinya mau di plot sama Apdesi, Ibu mah enggak, belanja sendiri, isi sembakonya beras, telor, susu. Lupa, ada fotonya di Ibu,” sambungnya.

Sementara itu, pendamping PKH Kecamatan Cisoka Subaeti saat di konfirmasi melalui pesan WhatsApp mengatakan, jika keduanya atas nama Suharta dan Animah bukan peserta PKH.

“Sudah di cek keduanya bukan peserta PKH,” katanya. Senin, (3/5/2021).

Untuk diketahui, Press Release nomor PR/220 -Diskominfo Kabupaten Tangerang, berisikan Klarifikasi Camat Cisoka, tentang pemberitaan disalah satu media online yang menyebutkan Camat Cisoka Marah dan terkesan arogan. Dalam pemberitaan itu disebutkan bahwa Hapid terkesan arogan dan menghindari wartawan saat dimintai keterangan.

Camat Cisoka juga menyampaikan, bila dirinya di sebut arogan karena bersikap cuek dan tidak ada interaksi kepada wartawan itu sah sah saja mereka menilai itu.

Dirinya juga mengaku saat itu sedang ada keperluan yang harus di selesaikan, setelah itu dirinya langsung bergegas untuk mengunjungi rumah Nenek Animah.

Menurutnya selama ini, kasus seperti Ibu Animah bukan kali ini saja, dan sudah banyak yang dia bantu. Itu semua dilakukanya tanpa publikasi, karena ini sudah tugasnya untuk memperhatikan masyarakat.

Kendati demikian dirinya akan berusaha semaksimal mungkin untuk lebih teliti dalam pendataan warga yang kurang mampu. Selain itu, Hapid juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas sikap dan perilakunya yang dianggap menyinggung beberapa pihak.

Abdul Munir Kabid IKP Diskominfo Kabupaten Tangerang, saat dikonfirmasi hanya menyampaikan Press Release sebagai bentuk dari klarifikasi.

“Itu klarifikasi yang di muat di media bapak,” singkatnya.

Dia juga mengirimkan link berita yang di muat salah satu media online dengan judul “Hentikan Pemberitaan Intimidasi Dan Pelanggaran Kode Etik Jurnalistik Ke Pejabat Publik”.

Berikut isi klarifikasi Ahmad Hapid melansir tangerangkab.go.id

H. Ahmad Hapid, Camat Cisoka, Kabupaten Tangerang, angkat bicara terkait pemberitaan disalah satu Media Online yang menyebutkan Camat Cisoka Marah dan terkesan arogan, Sabtu (01/05/2021).

Dalam pemberitaan di salah satu Media Online, disebutkan bahwa Hapid terkesan arogan dan menghindari wartawan saat dimintai keterangan.

“Saya disebut arogan karena bersikap cuek dan tidak ada interaksi kepada wartawan, saya kira itu sah sah saja mereka menilai seperti itu,” pungkas Hapid.

Hapid juga menambahkan, dirinya saat itu sedang ada keperluan yang harus diselesaikan, setelah itu dirinya langsung bergegas untuk mengunjungi rumah nenek Animah.

“Selama ini kasus seperti bu animah bukan kali ini saja, dan sudah banyak yang kami bantu. Itu semua kami lakukan tanpa publikasi, karena ini sudah tugas kami untuk memperhatikan masyarakat,” lanjutnya.

Kendati demikian, dirinya akan berusaha semaksimal mungkin untuk lebih teliti dalam pendataan warga yang kurang mampu. Selain itu, Hapid juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas sikap dan perilakunya yang dianggap menyinggung beberapa pihak.

“Saya selaku Camat Cisoka  lebih tanggap dan teliti lagi untuk pendataan warga yang kurang mampu, akan kami perhatikan semua, namun kami pun punya keterbatasan, baik dari anggaran maupun kewenangan, tidak mungkin semua terakomodir secara bersamaan oleh kami, saya mewakili semuanya mohon maaf,”ujar Hapid.

Disisi lain, Suwarta anak dari nenek Animah membenarkan perihal bantuan langsung yang diberikan oleh Camat Hapid, dirinya senang karena orang nomer 1 di Kecamatan Cisoka sangat peduli dengan warganya.

“Kemarin pak camat datang langsung kesini untuk memberikan sembako, kami disini senang karena pak camat peduli dengan warganya,” ucap Suwarta saat di temui tim liputan Diskominfo.

Suwarta yang merupakan anak dari nenek Animah melanjutkan, keluarganya juga sudah menerima bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) Provinsi Banten dan dirinya merasa terbantu dengan adanya bantuan sembako tersebut. PR/220 – DISKOMINFO/IV/2021. (andrey/suarageram.co)

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications