• REGIONAL
  • Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang Dinilai Gagap Atasi Gagal Panen

Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang Dinilai Gagap Atasi Gagal Panen

WARTALIKA.id – Kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang sedang menjadi sorotan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat di Kabupaten Tangerang. Pasalnya banyak petani mengaku gagal panen akibat hama dan kurangnya pasokan air yang mengaliri persawahan.

Petani di Desa Pagedangan Ilir, Kecamatan Kronjo, yang mengalami dua kali gagal panen akibat serangan hama itu. Juga petani di Kampung Pasir Nangka Pabuaran, Desa Jengkol, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, kemudian gagal panen juga terjadi kepada Petani di dua Desa, yakni Desa Gandawati dan Desa Onyam Kecamatan Gunung Kaler Kabupaten Tangerang.

Meskipun diberitakan sebelumnya jika Kepala Dinas (Kadis) Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang, Aziz Gunawan, di dampingi Kabid Tanaman Pangan, Bangbang P, dan Penyuluh Pertanian Kecamatan Kronjo datang langsung meninjau lokasi pertanian yang lahannya rusak akibat serangan hama, hingga dua kali mengalami gagal panen di Desa Pagedangan Ilir, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten. Namun hal itu tidak berdampak signifikan dan membawa angina segar bagi para petani.

Aziz Gunawan membenarkan bahwa telah terjadi serangan Hama Penggerek Batang pada lahan pertanian tersebut, akan tetapi bukan sundep seperti yang diberitakan melainkan Beluk.

“Sundep adalah serangan hama penggerek batang pada masa vegetative sedangkan Beluk adalah serangan hama penggerek batang pada masa generatif atau pembungaan,” terang Aziz.

Aziz menjelaskan, serangan hama penggerek batang dilokasi kelompok Tani jembatan memang berdampak pada penurunan produktivitas dan hasil produksi, namun tidak menyebabkan gagal panen (Puso).

Dia menambahkan, lokasi Hamparan Kelompok Tani Jembatan sudah beberapa tahun belakangan ini hanya dapat ditanami padi setahun sekali (IP 100), sedangkan di musim kedua biasanya ditanami timun suri atau komoditas lain.

“Hal ini dikarenakan pada musim tanam kedua biasanya debit air sungai berkurang dan air laut (air asin) naik sehingga tidak dapat dimanfaatkan untuk mengairi persawahan,” jelasnya.

Sebagai informasi bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang sudah menyalurkan Bantuan Benih Padi kepada 4 Kelompok Tani di Desa Pagedangan ilir sebanyak 3.250 Kg dari Tanggal 9 – 11 Mei 2021 (menjelang lebaran).

“Diharapkan dengan bantuan benih padi ini petani di wilayah Desa Pagedangan ilir dapat termotivasi untuk kembali berusaha tani,” harapnya.

Terkait Kinerja Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang  

Ketua Umum LSM Geram Banten Indonesia, Alamsyah MK yang ikut menyoroti kabar gagal panen para petani di Kabupaten Tangerang itu merasa miris dengan lambatnya perhatian dan bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang.

“Jika memang adanya penurunan produktivitas dan hasil produksi akibat dari serangan hama dan persoalan aliran air, Pemerintah Daerah melalui dinas terkait, harus mengambil langkah seribu memberikan solusi nyata yang dapat di implementasikan, terkait dengan persoalan yang di hadapi para petani,” kata Alamsyah. Selasa (18/5/2021).

Lanjut dia, intinya pemerintah kasih solusi nyata yang dapat di implementasikan, bukan malah sibuk dengan pembelaan diri.

Menurutnya, penurunan hasil produksi padi tidak bisa dianggap sebagai hal sepele, karena sektor pertanian merupakan segelintir dari penggerak ekonomi yang harus terjamin operasionalnya, apalagi ditengah pandemi yang tentunya berkaitan erat dengan kebutuhan pangan masyarakat.

Lanjut Alamsyah, Peran Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang, sudah jelas untuk melindungi petani dari kegagalan panen serta menyediakan prasarana dan sarana pertanian yang di butuhkan dalam mengembangkan usaha pertanian, sebagai mana yang di amanatkan oleh Undang-Undang nomor 19 tahun 2013 tentang perlindungan dan pemberdayaan petani.

“Seharusnya Dinas Pertanian Kabupaten Tangerang paham dan lebih peka terhadap masalah yang di alami oleh petani saat ini, kasihan para petani kita, kalau di bilang menurunnya produktivitas dan hasil produksinya, ya nyatanya penurunnannya sangat drastis, informasi petani di Kecamatan Kronjo, dari luas lahan 4 hektar, yang bisa di panen hanya setengah hektar, sedangkan 3,5 hektar tidak bisa di panen, hal itu terjadi bukan pertama kali dan kejadian yang sama juga di alami kecamatan lain,” jelasnya.

Alamsyah menambahkan, Jika perlu dirinya siap untuk turun langsung ke setiap Kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang, apa ada lahan persawahaan di Kecamatan lainnya yang mengalami hal serupa.

“Jika harus, saya siap turun ke setiap lahan persawahan yang ada di masing-masing kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang,” tegasnya. (andrey/suarageram)

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications