• HANKAM
  • POLRI
  • Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Kiper Futsal di Polres Jakarta Barat Pelaku Mabuk Miras

Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Kiper Futsal di Polres Jakarta Barat Pelaku Mabuk Miras

WARTALIKA.id – Masih ingat akan peristiwa pembunuhan yang dilakukan sekelompok pemuda tanggung saat pertandingan bola futsal di Bulak Teko, Kalideres, Jakarta Barat pada Selasa (20/4/2021). Rekonstruksi perkara telah dilakukan aparat Polres Jakarta Barat.

Insiden yang meninggalkan duka bagi keluarga korban berinisial MRR (19), juga satu temannya yang mengalami luka bacok. Dalam Rekonstruksi sebanyak 11 adegan nampak diperankan oleh pelaku berinisial IA alias A.

“Rekonstruksi ini dilakukan di halaman Polres Jakarta Barat guna melengkapi berkas perkara penyidikan dan menggali titik terang atas motif dari pembunuhan tersebut,” kata Kanit Krimum Polres Metro Jakarta Barat AKP Dimitri Mahendra didampingi Kasubnit Jatanras Ipda M Rizky Ali Akbar. Selasa (25/5/2021).

Dikatakannya, dari 11 adegan Rekonstruksi yang diperankan pelaku, pada adegan Rekonstruksi ke 7 pelaku nampak menghampiri korban MRR yang saat itu terjatuh setelah menabrak mobil yang terparkir di sekitar lapangan dan dikejar, lalu diayunkan celurit 1 kali oleh pelaku mengarah ke punggung korban.

“Sedangkan dalam adegan Rekonstruksi ke 9 datang korban lain berinisial P menghampiri pelaku dan seketika itu pelaku kembali mengayunkan celurit kearah wajah korban korban tersebut. Kemudian pada adegan ke 10 korban menangkis celurit pelaku dengan tangan kirinya sehingga mengakibatkan tangan kiri korban mengalami luka sobek,” terang Dimitri.

Sebelumnya, lanjut Dimitri polisi sudah meringkus pelaku IA alias A lantaran melakukan penganiayaan dan pembacokan terhadap dua orang remaja di Bulok Teko, Kalideres, Jakarta Barat hingga salah satu korban diantaranya menghembuskan nafas terakhir.

“Peristiwa tragis ini bermula dari adanya pertandingan bola futsal yang diselenggarakan oleh tim Korban (Kojan Kalideres) dan tim pelaku (Bulak Teko Kalideres) dengan perjanjian membayar sewa lapangan Rp 365.000 jika kalah dalam bertanding,” ungkap dia.

Selain itu, kedua tim tersebut tidak boleh membawa pemain cabutan dari luar kampung masing-masing. “Selepas bertanding tim korban dinyatakan kalah dan mempermasalahkan kekalahannya dengan alasan karena satu pemain dari tim lawan dianggap pemain cabutan,” beber Dimitri.

Dijelaskan dari situ, tim korban tidak mau membayar sewa lapangan sehingga terjadi cekcok sampai ke luar arena lapangan.

“Sementara, pelaku IA alias A (23) yang merupakan orang yang dianggap senior dari kedua tim kemudian datang dan sontak membacok kedua korbannya dan saat itu pelaku diketahui dalam kondisi mabuk minuman keras,” ujar Dimitri lagi. (Herpal Van Hotten)

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications