• REGIONAL
  • Pemerintah Ohoi Marfun Bagi BLT serta Hak Perangkat dan Kelembagaan Ohoi

Pemerintah Ohoi Marfun Bagi BLT serta Hak Perangkat dan Kelembagaan Ohoi

WARTALIKA.id – Kepala Urusan Keuangan sekaligus Bendahara Ohoi Marfun, Martinus Toffy selepas pelaksanaan Musyawarah Ohoi Marfun oleh Berry Rahabav Sekretaris Ohoi Marfun yang perintahkan dirinya selaku Bendahara Ohoi membayar Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada penerima manfaat di Ohoi Marfun, Kecamatan Kei Kecil, Maluku Tenggara.

Martinus Toffy langsung melakukan pembayaran kepada 36 penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diawali dengan berbagai penjelasan dimana mengakibatkan Marius II Rahabav angkat bicara.

“Pemerintah Ohoi Marfun, uang sudah ada tolong bagi sudah saya seorang Lanjut Usia (Lansia) sudah tunggu uang tersebut selama lima bulan ini. Saya lagi lapar jangan bicara lagi,” kata Marius II Rahabav. Jumat (4/6/2021).

Martinus Toffy pun langsung melakukan pembayaran kepada para penerima manfaat dan dilanjutkan dengan pembayaran Hak Perangkat Ohoi serta pelaku Kelembagaan hingga tuntas pukul 15.00 waktu setempat.

Ketua Lembaga Adat Ohoi Marfun, Siprianus Rahabav setelah menerima insentifnya dan kembali menatap masyarakat yang hadir mengatakan, wahai masyarakat marfun tolong lihat uang ini haram bagi saya, karena kami terima hak tapi kewajiban tak pernah dilaksanakan karena Anda punya kasus tak pernah lapor Lembaga Adat dan langsung ke Polsek atau Polres.

“Olehnya itu supaya uang ini halal bagi kami Lembaga Adat kiranya semua masalah tolong lapor kepada Lembaga Adat untuk menangani penyelesaiannya berdasarkan Hukum Adat Larvul Ngabal,” pinta Siprianus dengan rasa kesalnya.

Dirinya berharap agar jika ada masalah yang terjadi di Ohoi Marfun hendaklah dilaporkan kepada pihak Lembaga Adat untuk penanganannya, dan jika tidak dapat terselesaikan maka pihaknya akan melanjutkan kepada pihak berwajib melalui Kepala/Pj. Kepala Ohoi etempat.

Atas hal itu Berry Rahabav dan Martinus Toffy juga merespon pernyataan Ketua Lembaga Adat Ohoi Marfun, Siprianus Rahabav.

Berry katakana bahwa permasalahan yang ditangani Lembaga Adat akan berbuntut pada berjabatan tangan atau saling memaafkan, dan sebaliknya jika dilanjutkan kepada pihak berwajib akan menghabiskan waktu dan energi sampai berbuntut ke pintu berterali besi.

“Sedangkan kebun mu sudah rimbun dengan rerumputan,” katanya.

“Saya juga berharap agar semua masyarakat, mari bersama menyatukan hati dan pikiran membangun Ohoi Marfun yang kita cintai bersama ini,” tutup Berry.

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications