KSPSI Kabupaten Tangerang Sebut Pernyataan Plt Disnakertrans Pembohongan Publik

WARTALIKA.id – Bola panas perseteruan antara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang, Beni Rachmat dengan KSPSI Kabupaten Tangerang terkait Pencatatan Serikat Buruh PT. ULI berbuntut panjang.

Menanggapi adanya dugaan praktik Maladministrasi atas pencatatan Pengurus Komisariat Federasi Serikat Buruh Garmen Kerajinan Tekstil Kulit dan Sentra Industri (PK FSB Garteks KSBSI) PT. Universal Luggage Indonesia (PT ULI) yang dilakukan Beni Rachmat selaku Plt Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang. Beni menyatakan terkait pencatatan serikat buruh PT ULI sudah sesuai dengan prosedur.

Menurutnya, bahwa tahapan pencatatan yang dilakukan sudah sesuai dengan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Permenaker) Nomor 16 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pencatatan Serikat Pekerja/Serikat Buruh.

Namun tanggapan Beni Rachmat itu pun kembali memunculkan berbagai spekulasi dan kontroversi dimana Wakil Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Tangerang, Gaosul Alam kembali angkat bicara terkait hal itu.

“Apa yang sudah dilakukan Plt Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang Beni Rachmat serta panjelasannya terhadap persoalan tersebut jelas tidak sesuai prosedur dan merupakan pembohongan publik belaka,” tegas Gaosul dalam keterangan persnya. Rabu (8/6).

Ia menegaskan, jika memang sudah sesuai dengan prosedur, dasarnya Beni Rachmat apa dengan menandatangani tanda bukti pencatatan PK FSB Garteks KSBSI PT ULI? jelas ini tidak sesuai prosedur menurut kami, serta penjelasannya itu bohong belaka alias ngibul.

“Kebohongan tersebut sangat jelas ketika Beni Rachmat memberikan penjelasan berita sanggahan melalui Diskominfo Kabupaten Tangerang yang menyampaikan kedatangan Disnaker Kabupaten Tangerang ke PT ULI pada 18 Mei 2021 dalam rangka menindak lanjuti surat pemberitahuan PHK oleh PT ULI terhadap beberapa karyawannya,” jelas dia.

Menurutnya, padahal kedatangan 3 orang petugas Disnaker atas nama Indra Darmawan dan Hendra serta Nurjanah selaku mediator pada tanggal 18 Mei 2021 itu, untuk melakukan verifikasi faktual terkait dengan permohonan verifikasi PT ULI kepada Disnaker terkait dengan dibentuknya kepengurusan Komisariat Federasi Serikat Buruh Garteks KSBSI.

“Nah dari hasil verifikasi faktual itu, di sampaikan Kabid Dinsaker Indra Darmawan serta Kasi Disnaker Hendra kepada HR Manager PT ULI, bahwa secara legal standing (hukum) PK FSB Garteks KSBSI PT ULI tidak memenuhi syarat pembentukan serikat pekerja atau serikat buruh,” imbuhnya.

Hal itu, masih kata dia karena lantaran menurut UU Nomor 21 tahun 2000, bahwa pembentukan serikat pekerja atau serikat buruh minimal 10 orang, sementara hasil verifikasi faktual hanya terdapat empat orang.

“Kok ini bisa tanggal 10 Mei surat pencatatan dikeluarkan oleh Plt Disnaker Kabupaten Tangerang,” tambah Gaosul.

Oleh karena itu, dirinya dan beberapa pengurus KSPSI Kabupaten Tangerang telah melakukan pertemuan dengan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.

“Iya kami sudah laporkan dan sampaikan kepada Bupati Tangerang, pada hari Kamis 3 Juni 2021 kemarin dan menyerahkan kronologis  dugaan adanya maladministrasi yang diduga dilakukan oleh Plt Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang,” bebernya.

Lebih lanjut Gaosul katakan, kenapa saat Ketua DPC KSPSI Kabupaten Tangerang pada tanggal 10 Mei 2021 bertemu dengan Plt. Disnaker Kabupaten Tangerang Beni Rachmat, Kabid, Kasi dan satu orang Mediator yang menjadi aneh dalam pertemuan itu yang hadir Kasi Hubungan Industrial Hendra, bukan Kasi Kesejahteraan Pekerja H. Aib Sopyan, yang memang menangani pencatatan keberadaan serikat pekerja/buruh.

“Pantas saja ada kejanggalan dalam mengambil keputusan yang di lakukan oleh Plt Kadisnaker Kabupaten Tangerang dalam mengeluarkan pencatatan serikat pekerja/buruh itu, karena orang yang bukan ahlinya yakni Kasi Hubungan Industrial Hendra yang ikut terlibat dalam pengambilan keputusan. Sementara orang yang ahlinya Kasi Kesejahteraan Pekerja H. Aib Sopyan tidak dilibatkan,” ujarnya.

Gaosul Alam menegaskan, apa yang disampaikan oleh Plt Kadisnaker bahwa yang sudah dia lakukan sudah sesuai dengan prosedur jelas tidak benar adanya.

“Bagaimana itu bisa sesuai prosedur, Kepala Seksi yang membidangi pekerjaan tersebut tidak dilibatkan sementara Plh Kadisnaker melibatkan dari bidang lain yang tidak tahu urusan serikat pekerja. Akhirnya terungkap juga kejanggalan yang dilakukan Beni Rachmat, yang mengerjakan pekerjaan bukan bidangnya,” tegas Gaosul.

Ia juga sangat menyayangkan dengan kinerja pejabat sekalas Disnaker Kabupaten Tangerang yang bekerja tidak sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai ASN.

Baca Juga: Plt Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang Diduga Lakukan Maladministrasi

“Beni Rachmat, Plt Kadisnaker sendiri bilang akan bertanggung jawab untuk melakukan perbaikan jika kebijakan yang di ambilnya itu dianggap keliru. Nah ini sudah terjadi kekeliruan dalam mengambil keputusan, dan sudah selayaknya Beni mencabut keputusan yang dia buat dengan tidak melibatkan bidang yang seharusnya menangani pencatatan serikat pekerja/buruh,” tutur Gaosul.

Sementara Plh Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang harus tegas jangan mau di atur bawahan sekalipun bawahan tersebut orang hebat dan SDM harus sesuai dengan keahlian dan bidang pekerjaannnya.

“Sekalipun orang pintar yang menduduki jabatan Plt Kepala Disnaker Kabupaten Tangerang, kalau seorang atasan harus di atur bawahan akan hancur Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang,” terang dia.

“Harapan saya semoga saja Bupati Tangerang segera menindaklanjuti apa yang sudah kami sampaikan dalam pertemuan waktu itu, dan segera mengambil tindakan tegas atas kinerja Plt Disnaker Kabupaten Tangerang,” pintanya. (Andrey)

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications