• OPINI
  • Ronal Sihotang Bicara: Apresiasi Tindakan Cepat Polisi Ungkap Pelaku Penembakan di Tamansari Jakbar

Ronal Sihotang Bicara: Apresiasi Tindakan Cepat Polisi Ungkap Pelaku Penembakan di Tamansari Jakbar

Penembakan yang terjadi di Jalan Mangga Besar VI D Tamansari Jakarta Barat belum lama ini terhadap korban  seorang pelajar bernama Moch Idris Saputra (18) membuat kita semua prihatin. Hal ini terjadi setelah adanya insiden serupa yang dialami oleh Mara Salem Harahap, jurnalis yang tewas ditembak orang tak dikenal di Simalungun, Sumatera Utara.

Tentunya publik dibuat ketakutan dengan masih adanya penggunaan dan peredaran senjata api ilegal di negara kita tercinta ini, dimana negara kita memiliki Undang-Undang Senpi yang masih berlaku dan diberlakukan di Indonesia.

Sanksi penyalahgunaan senjata api sendiri diatur dalam Pasal 1 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Mengubah “Ordonnantietijdelijke Bijzondere Strafbepalingen” (Stbl. 1948 Nomor 17) dan Undang-Undang Republik Indonesia Dahulu Nomor 8 Tahun 1948, dimana pidananya berupa hukuman mati, hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman penjara sementara maksimal 20 tahun.

Kepemilikan senjata api ilegal merupakan suatu permasalahan yang sampai kini masih hangat dibicarakan. Ilegal yang dimaksud di sini ialah tidak legal, atau tidak sah menurut hukum.

Kepemilikan senjata api ilegal ini tidak hanya dilihat sebagai bentuk pelanggaran hukum, tetapi juga sebagai suatu sarana kejahatan yang berbahaya oleh pelaku tindak pidana.

Hal ini sejalan dengan meningkatnya dan maraknya tindak kejahatan di sekitar kita, penembakan oleh orang tidak dikenal, teror penembakan di sejumlah tempat-tempat umum, hingga kejahatan yang diikuti oleh ancaman bahkan pembunuhan dengan senjata api tersebut dimana hal itu sangat merisaukan, bukan?

Sebagai advokat muda dan warga negara Indonesia saya Ronal Sihotang, SH., MH sangat mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan aparat kepolisian resort metro Jakarta Barat yang telah bekerja keras dan cepat mengungkap pelaku penembakan terhadap Moch Idris Saputra (18) di Jalan Mangga Besar VI D Tamansari Jakarta Barat.

Hal itu sejalan dengan misi Kapolri saat ini yaitu Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo yang mengusung program Polri Presisi yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan. Lewat program itu, Kapolri Sigit ingin Polri terus berinovasi dan memajukan teknologi kepolisian yang modern.

Baca Juga: Polisi Nyatakan Pelaku Penembakan di Mangga Besar Berprofesi Sebagai Debt Collector

Baca Juga: Polres Metro Jakbar Tetapkan 4 Orang Tersangka Kasus Penembakan di Tamansari

Namun hal itu masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi kita semua utamanya warga masyarakat dimana peran serta kita lebih besar dalam memberikan informasi juga menjaga kestabilan keamanan dan ketertiban di wilayah.

Sebagai warga negara yang baik saya ikut mendorong Polri, agar menindak tegas siapapun pelaku yang memiliki senjata api ilegal agar mendapat hukuman yang seberat-beratnya terlebih jika senjata api ilegal tersebut digunakan untuk melukai bahkan menghilangkan nyawa seseorang.

Baca Juga: Ronal Sihotang Bicara: Jaga Toleransi Umat Beragama

Baca Juga: Ronal Sihotang Bicara: Momen Idul Fitri dan Kenaikan Isa Almasih Ditengah Pandemik Covid-19

UU Senpi harus dengan tegas ditegakkan oleh Polri agar kejadian serupa tidak terulang kembali, dimana menghilangkan nyawa seseorang menurut saya adalah suatu kejahatan besar.   

“Untuk itu mari sama-sama kita dukung kinerja Polri supaya lebih baik dan semakin Presisi.

Salam Polri Presisi
Oleh: Ronal Sihotang SH., MH
advokat muda
Kunjungi kami juga di ronalsihotang.com

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications