Wali Kota Jakbar Dorong Kebijakan Harus Menunjukan Surat Vaksin COVID-19 di Rumah Makan

WARTALIKA.id – Kebijakan harus menunjukan surat vaksin Covid-19 di rumah makan dinilai sangat menguntungkan warga masyarakat. Hal ini diutarakan Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto saat acara vaksinasi massal di kawasan Citra Garden, Kalideres, Jakarta Barat, Senin 2 Agustus 2021.

Uus mengungkapkan hal itu guna mendorong agar warga Jakarta ikut mempercepat program vaksinasi.

“Iya justru ini bagus. Kita dorong terus agar warga Jakarta melaksanakan vaksin, biar vaksinasi merata,” ucap Uus, Senin (2/8).

Menurutnya dengan memberlakukan surat wajib vaksinasi tersebut, warga jadi terdorong untuk segera melakukan vaksin Covid-19.

Dia menyadari memang banyak warga yang mempertanyakan kebijakan tersebut karena dinilai merugikan beberapa pihak.

Namun demikian, Uus kembali yakin bahwa kebijakan tersebut dilakukan demi masyarakat.

“Insya Allah sudah memiliki perhitungan untuk perhitungan kita bersama,” ujar Uus.

Hingga saat ini, Uus beserta jajarannya belum merencanakan dengan rincian terkait regulasi terhadap surat vaksin wajib bagi beberapa kegiatan masyarakat tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan kewajiban pengunjung rumah makan atau restoran, warteg , menunjukkan surat vaksinasi bertujuan agar masyarakat mau vaksinasi COVID-19 sekaligus disiplin protokol kesehatan.

“Penerapan sederhana saja, pokoknya datang harus menunjukkan surat vaksin jadi pemilik rumah makan harus memahami ini menjadi aturan untuk mendorong semua orang melaksanakan vaksin,” kata Riza Patria di Balai Kota, Jakarta, Jumat 30 Juli 2021.

Tak hanya pengunjung, pelaku usaha dan karyawan juga harus memiliki bukti sertifikat atau surat sudah divaksin.

“Semua (harus sudah divaksin) yang ada di situ, ‘pelayan’-nya, penjaganya, juru masaknya,” katanya.

Pemprov DKI Jakarta menertibkan peraturan terbaru terkait penambahan PPKM Level 4 di Ibu Kota yang mengatur operasional tempat usaha.

Peraturan terbaru tertuang dalam Keputusan Kepala Dinas PPKUMK DKI Jakarta Nomor 402 tahun 2021 dan Surat Keputusan Kadis Parekraf Nomor 495 Tahun 2021 yang berlaku hingga 2 Agustus 2021.

Pengunjung dan pedagang warung makan (warteg), kaki lima, dan lapak jajanan tidak diperbolehkan makan di tempat dengan waktu maksimal 20 menit.

Sedangkan maksimal pengunjung makan di tempat adalah sebanyak tiga orang dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dengan jam operasional maksimal hingga pukul 20.00 WIB.

Aturan yang sama juga berlaku di rumah makan, kafe dan restoran yang tidak berada di ruang tertutup atau berada di luar gedung dengan kapasitas maksimal 25 persen.

Pengunjung dan pedagang atau karyawan juga wajib sudah divaksin dengan bukti sertifikat vaksin Covid-19.

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications