• MEGAPOLITAN
  • Tertipu Investasi Kantor Cabang, Nasabah Datangi Kantor Pusat PT Best Profit Futures

Tertipu Investasi Kantor Cabang, Nasabah Datangi Kantor Pusat PT Best Profit Futures

WARTALIKA.id – Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Peribahasa ini sepertinya cocok untuk menggabarkan keadaan Desiana, warga Jakarta Selatan yang mencoba menginvestasikan uangnya kepada perusahaan pengelola investasi di PT Best Profit Futures (BPF) Cabang Kota Pekan Baru.

Desiana, merasa dirugikan akibat investasi di PT Best Profit Futures (BPF) Cabang Kota Pekan baru. Menurutnya, dia diiming-imingi keuntungan besar, asal mau membuka akun investasi senilai Rp100 juta. Namun hingga kini, tak satu rupiah pun keuntungan yang ia dapat.

“Awalnya saya dihubungi dan diceritakan dari teman saya dan ditawari agar masuk menjadi nasabah BPF. Dalam pembicaraan itu dijelaskan soal profit dan keuntungan-keuntungan yang menggiurkan, makanya saya mau ikut,” ujar Desiana kepada wartawan, di Kantor Pusat BPF, Kamis (12/8/2021).

Setelah diterangkan, Desiana pun menyetorkan uangnya sebagai investasi awal sebanyak Rp100 juta. karena situasi pandemi Covid-19, maka hubungan transaksi dan pembicaraan terkain investasi tersebut melalui sistem online.

Selang beberapa hari kemudian Desiana diminta untuk Top Up (menambah nilai investasinya menjadi Rp400 juta, Rp900 juta rupiah, hingga seluruhnya berjumlah Rp. 1,3miliar.

“Saat pertama bergabung, saya diwajibkan untuk membuka akun dengan syarat setoran Rp100 juta. Beberapa hari setelah memenuhi syarat, saya dapat akun trading untuk transaksi. Namun belum juga dapat profit, saya diminta untuk menambah nilai investasi,” ungkap Desiana.

Namun menurutnya, dirinya merasa terkejut mendapatkan informasi duitnya di akun yang awalnya Rp100 juta dan profit bisa hilang kalau nilai investasinya tidak di Top Up alias ditambah. “Saya kaget dan bingung dapat konfirmasi soal itu dari pihak BPF,” kata Desiana.

Desiana menilai PT Best Profit Futures Pekanbaru (BPF) diduga lalai sehingga merugikan dirinya sebagai nasabah. Kemudian Desiana pun mendatangi Kantor Pusat BPF di Kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Pusat untuk menanyakan kejelasan nasib uangnya yang telah diinvestasikannya.

“Saya mendatangi Kantor Pusat BPF di Kawasan SCBD, Sudirman, Jakarta Pusat, untuk menanyakan kejelasan investasi dan uang saya. Saya tertipu oleh pihak BPF yakni Kepala Cabang BPF Pekan Baru, Rian Santana, Wakil Pialang Berjangka, Michael Asril dan staf marketing, Susan. Karena sejak awal bergabung pada bulan Mei lalu saya belum mendapatkan profit atau keuntungan apa-apa. Saya masih akan menunggu itikad baik dari BPF untuk memberikan kejelasan tentang profit atau keuntungan yang dijanjikan. Jika ternyata itikad baik itu tidak ada maka saya akan mengambil langkah hukum terhadap PT Best Profit ini. Karena kita melihat ada kejanggalan dalam aktifitas bisnisnya sehingga merugikan saya,” sambungnya.

Diceritakan kembali oleh Desiana, dirinya mulai menjadi Nasabah PT Best Profit Futures Pekanbaru pada 2 Mei 2021 lalu. Nilai investasi awal Desy adalah Rp 100 juta.

Seiring berjalan waktu, lanjut Desiana, nilai investasi yang diserahkan dirinya ke PT Best Profit bertambah hingga total keseluruhan menjadi Rp 1.3 miliar.

“Hingga kini, terhitung 3 bulan, masak saya belum terima profit atau keuntungan meski hanya Rp. 100 ribu rupiah. bahkan saya terancam akan mengalami kerugian sampai Rp 900 Juta. Ini sangat janggal sehingga kita akan tempuh jalur hukum untuk menyelesaikan kejanggalan ini,” tambah Desiana.

Lebih lanjut Desiana menuturkan, jika memang tak mampu memberikan keuntungan atau profit seperti yang dijanjikan, dirinya hanya meminta uangnya yang tinggal Rp. 900 juta itu dikembalikan.

Sesampainya di Kantor Pusat BPF, Desiana diterima oleh staf operasional, Nurwanto. Nurwanto, yang akrab dipanggil Anto ini mencatat semua keluhan dan pengaduan yang dialami Desiana dan akan diteruskan kepada bagian direktur pengaduan yang sedang menjalani WFH (Work From Home).

Setelah pengaduan diterima, Anto berjanji akan menjadwalkan pertemuan dengan pihak-pihak terkait di BPF untuk melakukan mediasi dan pembahasan terhadap pengaduan Desiana.

“Karena saat ini direktur pengaduan sedang menjalani WFH, maka untuk sementara pengaduan saya terima dan akan saya teruskan kepada yang berhak menangani pengaduan ini. Setelah laporan diterima maka BPF akan memanggil dan menjadwalkan Ibu Desiana untuk melakukan pertemuan dengan pihak-pihak terkait di BPF untuk mediasi dan membahas pengaduan Ibu Desi,” pungkas Anto.

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications