• NASIONAL
  • Napak Tilas Nen Dit Sakmas Tidak Memberikan Nilai Edukasi

Napak Tilas Nen Dit Sakmas Tidak Memberikan Nilai Edukasi

WARTALIKA.id – Tanggal 7 September setiap tahun telah ditetapkan sebagai Hari Nen Dit Sakmas, sehingga tahun 2021 merupakan tahun ke 2 yang perlu dirayakan dengan diawali  berbagai kegiatan seperti Napak Tilas Nen Dit Sakmas. Yang dimaksudkan dengan  Napak Tilas adalah renungan dan atau merenungkan kembali sebuah perjalanan seseorang sebagai figur penting dalam sebuah perjuangan seperti Napak Tilas Perjalanan Nen Dit Sakmas sebagai Tokoh pencetus  Hukum Adat Larvul Ngabal di Siran Siryen dahulu kala.

Napak Tilas Nen Dit Sakmas Hari ini merupakan Kegiatan Tahun kedua setelah tanggal 7 September ditetapkan sebagai Hari Nen Dit Sakmas oleh Bupati  Maluku Tenggara Drs. Hi. Mohamad Taher Hanubun Tahun 2020.

Bahwa pelaksanaan Napak Tilas Nen Dit Sakmas ke 2 Tahun 2021 memiliki kesan-kesan tersendiri kepada masyarakat Ohoi Abean yang tidak dilibatkan dalam acara penjemputan regu Napak Tilas tersebut, namun demikian mereka menyadari juga bahwa Ohoi Abean adalah anak terbungsu diantara masyarakat adat yang tergabung dalam Utan Loor Kerbaw Siw, karena tidak kebagian Kerbaw karena kala pembagian Kerbaw siw itu kelompok masyarakat Adat Ohoi Abean belum ada. Apakah memang kedepan masyarakat Adat Ohoi Abean akan tetap dikesampingkan seperti ini.

Perlu disadari bahwa masyarakat Adat Ohoi Abean tidak kebagian Kerbaw siw saat di siran siryen namun bijaknya serta kasih seorang Ibu Nen Dit Sakmas dan Raja Famur Danar bersepakat merangkul masyarakat Adat Abean masuk tergabung dengan Utan Loor Kerbaw siw yaitu Yamad Mam Famur Danar berikan Ikan Hiw menempati Laut yang bernama Met Song Barlus sedangkan Renab Nen Dit Sakmasberikan Seekor Burung Elang (Lus Kilwak endok Tuun Watngon) dan Daan Ko enloi Rahan Vovot sebagai tanda ikatan Adat tergabungnya Masyarakat Adat Ohoi Abean dalam Loorsiw sekaligus sebagai Loor Ivaak yang lengkap Terdiri dari Rubil Lus dan Marin Wabwab (Rubil/Lus=Ohoinol/Abean dan Marin/Wab Wab=Mastur/Elaar) sehingga segala sesuatu yang disepakati Masyarakat Wain Ohoivut harus mendapat persetujuan Loor Ivaak yang ergabung dalam Utan Loor Rat Sakmas Wain.

Justru itu, Panitia Pelaksana perlu menggali sejarah tentang cikal bakalNen Dit Sakmas sehingga ketika menggelar Kegiatan Napak Tilas Nen Dit Sakmas adalah mengikuti dan meengulangi perjalanan serta merenungkan kembali perjalanan sosok seorang Nen Dit Sakmas dengan Tad Fanean (Bukti Sejarah) yang memberikan edukasi kepada generasi muda saat ini.

Bahwa sesungguhnya kegiatan Napak Tilas Nendit Sakmas ini harus dilaksanakan daalam waktu 4 hari, karena perjalanan Nen Dit Sakmas tidak melalui Jalan Hotmix melainkan melalui jalan hutan rimba  dimana  ada bukti bukti dan tempat tertentu yang akan menjadi bukti sejarah (Tom hoov Tad/Sejarah dan Bukti).

“Semoga Tahun 2022 dapat terbenahi dengan melibatkan masyarakat Adat  Woma Vovot Su, Masyarakat Adat Wain Ohoivut Envav Na Loor Ivaak dan Raja Famur Danar seta Masyarakat Adat Danar Ivaak,” tutupnya.

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications