• REGIONAL
  • Perayaan Misa Ekaristi Kudus saat Peresmian dan Pemberkatan Goa Maria

Perayaan Misa Ekaristi Kudus saat Peresmian dan Pemberkatan Goa Maria

WARTALIKA.id – Setelah Perarakan dan Pentaktaahan Arca Bunda Maria dan Santa Bernardeta di Goa keesokan harinya dilaksanakan Perayaan Misa Ekaristi Kudus dalam rangka Peresmian dan Pemberkatan di Goa Maria di Stasi Letvuan Kecamatan Hoat Sorbay Kabupaten Maluku Tenggara.

Pastor Jimres Rangkoli Pr saat ditemui di Pastoran Stasi Letvuan dan diminta penjelasan terhadap kegiatan Misa Ekaristi Kudus dalam Rangka Peresmian dan Pemberkatan Goa Maria di Stasi Letvuan saat ini.

Dirinya mengingatkan bahwa Devosi yang dilaksanakan Umat mengelilingi Stasi Letvuan bukanlah sebuah Pameran Iman akan kepercayaan kepada Bunda Maria, tetapi dibuat secara khusus kepada Umat Stasi Letvuan.

“Bahkan semua umat Katolik dimana saja agar dapat menghayati Peranan Bunda Maria dalam sejarah keselamatan umat manusia yang adalah Bunda yang melahirkan Yesus Kristus Sang Penyelamat Umat Manusia sekaligus sebagai Bunda Penolong bagi Umat Manusia,” jelasnya.

Pastor juga mengatakan bahwa kehidupan masyarakat Kei memiliki Adat dan Budaya yang kuat teristimewa bahwa Perempuan sangat dihormati.

“Ketika diperhadapan dengan kehadiran Bunda Maria dalam bingkai Iman Katolik dapat mempersatuakan umat Katolik di Stasi Letvuan,” imbuhnya.

Pastor Rangkoli berharap agar dengan perarakan Bunda Maria mengelilingi Kampung Letvuan kiranya dapat mempersatukan semua umat dalam Iman Katolik dan masyarakat  dalam Ohoi Nuhu Letvuan.

“Masyarakat Ohoi Letvuan yang banyak ini pasti terdapat salah paham diantara mereka namun dengan perarakan Bunda Maria mengelilingi 10 Rukun di Stasi Letvuan ini dapat memberi makna yang berarti dalam kehidupn menggereja maupun bermasyarakat sehingga kebutuhan diberbagai bidang dapat dilaksanakan secara menggereja maupun bermasyarakat,” tegas Rangkoli Pastor Paroki Namar.

Ditanya kemungkinan adanya keterkaitan perarakan yang bertepatan dengan hari Nen Dit Sakmas tanggal 7 September,  Pastor juga mengklarifikasi bahwa mungkin hal tersebut merupakan buah pikiran Umat dan Dewan Stasi tapi bagi Pastor Rangkoli sendiri tidak pernah hal ini terpikirkan.

“Namun kalau memang bertepatan maka itu adalah sebuah Mukjizat  dan perlu disadari juga bahwa kedua momentum ini sangat bertepatan dan memiliki nilai historis bagi umat dan masyarakat Ohoi Letvuan yang intinya bersumber kepada Kaum Perempuan,” imbuh Pastor Rangkoli.

Pastor Rangkoli juga berharap agar Sarana Ibadah bagi Umat Katolik ini seperti Goa Maria ini dapat dimanfaatkan sebagaimana ajaran Gereja Katolik di Stasi Letvuan kemudian dijaga, ada pemeliharaan dan Perawatan.

“Bunda Maria sebagai Bunda Penolong, Bunda Pengantara. Komunikasi dengan melalui Bunda Maria baik di bulan Maria, Bulan Rosario maupun Novena Tiga Salam Maria, Pasti Bunda Maria menolongmu, Amin.” tutup Pastor Paroki.

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications