• KESEHATAN
  • REGIONAL
  • Warganya Takut di Vaksin, Pj Kepala Ohoi Wain: Tidak Ada Efek Samping, Jutaan Orang Telah Divaksin

Warganya Takut di Vaksin, Pj Kepala Ohoi Wain: Tidak Ada Efek Samping, Jutaan Orang Telah Divaksin

WARTALIKA.id – Pelaksanaan Vaksinasi tahap 1 di Ohoi Wain  tanggal 15 Agustus 2021 lalu hanya dapat menghadirkan 32 personil masyarakat Ohoi Wain, sedangkan pada tanggal 13 September 2021 pelaksanaan vaksinasi tahap 2 dapat menghadirkan 32 personil yang telah mengikuti Vaksin tahap 1  dari 1407 jumlah penduduk Desa/Ohoi itu. Hal ini disampaikan Ahmad Dahlan Leisubun Pj. Kepala Ohoi Wain Kecamatan Kei Kecil Timur Kabupaten Maluku Tenggara usai mengikuti Vaksin Tahap 2.

Menurut Hesty Rahantoknam saat diminta keteranganya, juga menyatakan kekecewaannya terhadap kehadiran masyarakat  Ohoi Wain dalam mengikuti Vaksin tahap 1 maupun tahap 2, karena berbagai sosialisasi sudah dilaksanakan sesuai jadwalnya, namun dalam pelaksanaannya jauh berbeda sesuai kenyataannya.

“Dari jumlah penduduk kisaran 1407 jiwa ini yang dapat hadir mengikuti vaksin tahap 1 sebanyak 32 personil sedangkan 28 orang berasal dari desa/ohoi tetangga serta juga berasal dari Kota Langgur dan Tual karena terdesak untuk perjalanan keluar daerah,” kata Rahantoknam.

Kekecewaan Kepala Puskesmas Rumat dan Pj. Kepala Ohoi Wain juga masih berlanjut pada pelaksanaan vaksin tahap 2 yang jumlahnya masih tetap seperti sediakala.

Setelah dilakukan pengamatan oleh awak media WARTALIKA.id ternyata banyak masyarakat merasa ketakutan dengan mendasari akan beredarnya kabar dan berita miring melalui media online maupun media cetak serta elektronik lainnya sehingga dapat menimbulkan rasa ketakutan untuk mengikuti vaksinnasi di Ohoi Wain.

Pj. Kepala Ohoi Wain Ahmad Dahlan Leisubun menjelaskan bahwa sosialisasi yang dilaksanakan pihak Puskesmas Rumaat sangatlah baik, namun dengan banyak berita yang beredar melalui media online, cetak dan elektronik yang di ikuti masyarakat membuat adanya rasa ketakutan untuk mengikuti vaksin yang dilaksanakan pihak Puskesmas Rumaat.

Disamping itu, pihaknya juga seringkali melalui alat pengeras suara di Ohoi juga melakukan penjelasan terkait vaksin tersebut akan tetapi itulah pendirian masyarakatnya.

“Ketika saya mengumumkan bahwa esok akan hadir Tim Vaksinasi dari Puskemas Rumaat untuk melaksanakan Vaksin tahap 2 maka di pagi hari masyarakat sudah meninggalkan kampung dan hendak pergi ke kebunnya masing-masing untuk tidak mengikuti kegiatan vaksin tersebut,” jelas Pj. Kepala Ohoi Wain penuh kecewa.

Untuk itu dirinya kembali meminta kepada warganya agar tidak termakan isu dan kabar miring terkait vaksinasi. “Tidak ada efek samping dari vaksin, yang ada vaksin itu membuat kita kuat terhadap virus Corona. Jutaan orang telah di vaksin jika memang ada efek samping, pemerintah pastinya tidak akan menjalankan program vaksinasi massal dengan target jutaan orang itu”.

Terpisah warga Ohoi Wain, Nurjana Husin ketika diminta keterangannya selama mengikuti vaksin tahap 1 mungkin terdapat efek samping akibat vaksin tahap 1 itu, dengan rasa gembira menyatakan bahwa sama sekali tidak ada hingga hari ini mengikuti vaksin tahap 2.

Dirinya juga bersedia untuk membantu memberikan pemahaman kepada sesama bahkan keluarga yang ada di Ohoi Wain bagi yang belum mengikuti vaksin tersebut.

“Kabar miring terkait vaksinasi itu tolong jangan dipercaya, jika memang vaksin itu buruk buat kita tapi kenapa setelah jutaan orang se Indonesia terima vaksinasi, kondisi penyebaran dan penularan Covid-19 mulai melandai dan menurun,” ucap Nurjana Husin.

Selain itu, kata dia jika memang kondisi badan kita sedang tidak sehat atau ada penyakit bawaan yang memang tidak diperbolehkan untuk vaksin, akan ada dokter yang akan memberitahu.

“Karena sebelum kita di vaksin kondisi kesehatan dan tekanan darah kita akan di cek terlebih dahulu, apakah layak mendapat vaksin atau tidak. Jadi jangan ragu kita dukung pemerintah mencegah penularan Covid-19,” ajak dia.

Sementara Kepala Puskesmas Rumaat selaku Ketua Tim Vaksinasi Kecamatan Kei Kecil Timur Kabupaten Maluku Tenggara, Hesty Rahantoknam juga dalam arahan awalnya menjelaskan bahwa setiap anggota masyarakat yang hendak divaksin akan terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan intensif terhadap diri calon vaksin.

“Dan jika terdapat penyakit bawaan dalan tubuh yang bersangkutan maka tidak di izinkan dokter untuk divaksin  kemudian akan diberikan obat sesuai penyakit yang dideritanya,” jelasnya.

Pihak medis dan Pj. Kepala Ohoi Wain berharap agar masyarakat jangan selalu mengikuti berbagai berita yang kini sedang beredar. Marilah bersama mengikuti apa yang disampaikan pleh pihak medis sehingga warga Ohoi Wain punya andil mengentaskan penularan dan penyebaran Covid-19.

“Ayo jangan takut di vaksin karena jutaan orang sudah ikut mensukseskan vaksinasi sesuai anjuran pemerintah dan kami  pastikan Anda mendapat pemeriksaan yang intensif baru bisa mendapat vaksin,” tutupnya.

IKUTI KAMI

WARTALIKA TV

MOTIVASI HIDUP

Wartalika.id Klik allow notifications untuk menerima berita dan pembaruan dari kami
Dismiss
Allow Notifications