Jatanras Polda Metro Jaya Bekuk Pelaku Pembobol Rekening Nasabah BCA

  • Whatsapp
Video diambil dari akun YouTube Jacklyn Choppers

WARTALIKA.id – Tim Opsnal Unit 2 Subdit 4 Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin oleh Kompol Hendro Sukmono S.H., S.I.K., M.I.K dan AKP Abdul Rahim, SIK, M.Si telah berhasil melakukan penangkapan terhadap 2 (dua) orang laki-laki yang diduga sebagai sindikat pelaku tindak pidana Pencurian (Pembobolan rekening Debit & Kredit nasabah bank BCA) sebagaimana melanggar Pasal 362 KUHP dengan rincian sebagai berikut : LP/ 2571 / IV /PMJ Dit. Krimum tanggal 27 April 2019 .

Subdit 4 Jatantras berhasil mengamankan 2 pelaku yang berinisial R dan DY, kedua ditangkap pada pukul 4.00 – 05.00 di Tulungan Selapan, Sumatera Selatan, Rabu (7/8) lalu.

Bacaan Lainnya

Pencegahan Covid 19

Kompol Hendro Sukomono menjelaskan, peranan kedua pelaku memindahkan dana milik korban dari rekening ke akun aplikasi emas dan sakuku.

“Pelaku membeli database nasabah berbagai macam bank. Selanjutnya berdasarkan database tersebut pelaku mencari nomor HP (Khusus XL) yang sudah off dan terdaftar sebagai Nomor M-Banking di rekening korban,” terang Hendro saat memberikan siaran pers nya yang diterima kepada WARTALIKA.id di Jakarta, Sabtu (17/8/2019) malam.

Lanjut, ia mengatakan kemudian pelaku membeli kartu SIM yang sesuai dengan nomor M-Banking korban yang sudah off tersebut.

“Pelaku membuka aplikasi M-Banking dengan memasukan tanggal lahir korban pada PIN nya sehingga pelaku berhasil melakukan transaksi pada rekening korban. Kemudian memindahkan dana korban yang ada di rekening ke akun aplikasi emas dan sakuku. Pelaku juga mengganti PIN M-Banking korban sehingga korban tidak bisa lagi membuka M-Bankingnya sendiri,” ungkap dia.

“Pelapor sebagai nasabah bank BCA pada tanggal 26 April 2019 telah mencoba membuka aplikasi internet banking namun terkendala. Sehingga pelapor melaporkan hal tersebut ke customers service Bank BCA. Namun telah disampaikan dari pihak BCA bahwa terhadap rekening pelapor terjadi transaksi mencurigakan senilai Rp. 1,1 miliar, atas hal tersebut pelapor melaporkan ke pihak kepolsian,” imbuh dia.

“Tim Opsnal Unit 2 Jatanras yang dipimpin oleh AKP Abdul Rahim, SIK, M.Si. Berangkat dari kota Palembang pada tanggal 7 Agustus 2019 pukul 00.30 WIB, menuju Tulung Selapan Kabupaten OKI untuk melaksanakan penangkapan terhadap tersangka kasus pencurian (pembobol rekening debit dan kredit) tersebut. Pada pukul 04.30 WIB tim sampai di Tulung Selapan dan melaksanakan penangkapan terhadap tersangka R Als. Nyak, di rumahnya,” ucap dia.

Selanjutnya Hendro menjelaskan, tim melaksanakan pengembangan menuju ke rumah tersangka DV yang berada di Tulung Selapan Timur sekitar pukul 05.00 WIB saat tim akan mengetuk rumah tersangka DV, tersangka masuk kedalam kamar dan menembakkan senjata Api kepada anggota tim yang berada di depan Rumah tersangka DV.

“Namun tidak sempat mengenai anggota tim, tersangka Devis didalam kamar juga melakukan penyanderaan kepada anak dan istri nya sehingga tim tidak melakukan tembakan balasan. Tersangka DV mengancam akan menembak kepada anggota tim yang mendekat kearah rumahnya,” terang dia.

“Kemudian keluarga tersangka Devis (ayah dan adiknya) yang datang kerumah tersangka DV pun turut melakukan provokasi kepada tersangka dan warga sekitar rumah DV. Namun berkat pendekatan yang dilakukan oleh tim dan anggota Polsek Tulung Selapan kepada masyarakat setempat sehingga masyakat berhasil dikendalikan dan tidak terprovokasi,” ungkap dia.

Lanjut Hendro mengatakan, tim didampingi anggota Polsek Tulung Selapan, dan perangkat desa melaksanakan negosiasi kepada tersangka Devis dan keluarga, agar mau menyerahkan diri kepada petugas.

“Sekitar pukul 09.00 WIB tersangka Devis akhirnya menyerah atas bujukan keluarganya dan keluar dari dalam rumah beserta anak dan istrinya, kemudian tim melaksanakan penangkapan terhadap tersangka DV dan membawa tersangka beserta senjata api yang digunakan untuk melawan petugas,” jelas dia.

Kompol Hendro mengatakan, barang bukti yang berhasil diamankan 4 buah handpohone, 1 buah buku tabungan BCA a.n Gunuk, 7 (tujuh) buah SIM Card Provider milik Riandi, 1 (satu) buah laptop Merk Acer milkk Riandi, 1 (satu) buah senjata api revolver kal. 38 mm milik DY, 3 (buah) handphone milkk DV, 1 (satu) buah lencana Intelijen investigasi milik DY, 1 (satu) buah gorden bekas tembakan dari tersangka DY, 1(satu) buah dompet hitam milik DV, 1(satu) lembar uang Rp 50 ribu milkk DV.

Pewarta : Agung

HUT PERSIT KCK

Pos terkait