Kenapa Tanaman Lidah Mertua, di Gencarkan Pemprov DKI

WARTALIKA.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menginisiasi Gerakan 200 Taman 2 Juta Tanaman sebagai tindak lanjut Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara Jakarta. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta rencananya, di setiap ruang terbuka hijau akan ditumbuhi tanaman hias dan nantinya setiap kantor Suku Dinas dan Wali Kota menjadi percontohan dari proyek tersebut.

Kenapa Pemprov DKI Jakarta gencarkan tanaman lidah mertua. Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, menilai tanaman lidah mertua mempunyai manfaat untuk mengurangi polusi. Sebagai tanaman penyerap polusi udara tingkat tinggi dan saya berharap nanti di Jakarta ditanami tanaman yang sesuai dengan relevansi kebutuhannya,” terangnya

Baca Juga :

Penasaran dengan tanaman Lidah Mertua(Sansevieria), WARTALIKA.id mencoba merangkum dari berbagai sumber tentang tanaman yang di gencarkan oleh Pemprov DKI Jakarta.

Benarkah tanaman Lidah Mertua(Sansevieria) untuk mengurangi polusi udara ?

Sansevieria atau lidah mertua adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari. Sansevieria memiliki daun keras, sukulen, tegak, dengan ujung meruncing.

Tanaman lidah mertua yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Sansevieria merupakan tanaman yang cukup banyak dibudidayakan di Indonesia. Lidah mertua biasanya ditanam di pot sekitar pekarangan rumah atau langsung ditanam di atas tanah.

Lidah mertua ini memiliki ciri fisik berupa daun memanjang berwarna hijau dengan bintik-bintik putih di atasnya. Konon, tanaman ini disebut sebagai lidah mertua karena bentuknya yang meruncing dan tajam.

Sansevieria terbagi menjadi dua jenis, yakni tumbuh memanjang ke atas dan tanaman berdaun pendek melingkar berbentuk roset.

Namun, yang sering kita temui umumnya berbentuk memanjang ke atas. Tanaman yang memiliki akar rimpang horizontal ini bisa tumbuh dengan tinggi mencapai 1,8 meter.

Warna daun Sansevieria beragam, mulai hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak, dan warna kombinasi putih kuning atau hijau kuning. Motif alur atau garis-garis yang terdapat pada helai daun juga bervariasi, ada yang mengikuti arah serat daun, tidak beraturan, dan ada juga yang zig-zag.

Keistimewaan lidah mertua adalah memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap lingkungan.

Di beberapa daerah, tanaman ini juga disebut sebagai tanaman pedang-pedangan. Sebab, bentuk daunnya panjang dan meruncing pada ujungnya, sehingga serupa dengan pedang. Sedangkan di belahan dunia barat kerap disebut snake plant lantaran dari kejauhan motifnya menyerupai sisik ular.

Karena aromanya yang khas, tanaman lidah mertua sering diletakkan di tempat-tempat tertentu untuk menghilangkan bau tidak sedap, seperti di toilet maupun di dapur. Bahkan, di Prancis, tanaman ini diekstrak minyaknya dan kemudian dijadikan parfum dan aromaterapi pewangi ruangan.

Pewarta : Sugeng

Pos terkait