Mobil Plat Merah Kecamatan Gropet Garap Proyek B2B

Foto : [kiri ke kanan] Mobil sampah Kec. Gropet dan Kostan Laguna.

WARTALIKA.id – Mobil pengangkut sampah berplat merah dengan nopol B 9658 TOQ milik Kecamatan Grogol Petamburan (Gropet) Selasa 3 September 2019 menggarap proyek B2B (Business to Business) bangunan Kos-kostan Laguna di Jalan Sosial Laguna Ressidence No 52.

Selain mengangkut sampah, atas alasan di dukung program Camat. Mobil itu digunakan untuk mengoper tanah dari lokasi tersebut hingga ke BKB Grogol.

Baca Juga :

“Karena kemarin juga ada tanahnya, makanya tanahnya kita oper ke pak camat yang sedang punya program perubahan taman, jadi lahan tandus pengen dibikin taman di BKB Grogol,” kata Budi Rochman, Kasatpel Lingkungan Hidup Kecamatan Gropet saat dikonfirmasi WARTALIKA.id. Selasa (3/9/2019).

Budi menjelaskan, sebelumnya pihak Kostan Laguna dalam 1 bulan sudah wajib membayar tarif retribusi sampah ke Kecamatan. “Jadi, karena ingin ganti kepemilikan baru, pengen buang ke bak sampah warga yang disebelah itu. Kami bilang engga bisa seperti itu, harus tersendiri, biar kita tau volumenya berapa untuk dibayarkan ke Pemprov DKI melalui Bank DKI,” imbuhnya

Saya juga akan minta sudin terbitkan Surat Setoran Retribusi Daerah (SSRD). Dan sebelum itu dilakukan, kata Budi saya menunggu suratnya untuk menguatkan melakukan pekerjaan tersebut. “Iya saya nunggu temen- temen pengemudi bantar gebang berapa nih kubikasi yang didapat dari sana, sebab hasil kubikasinya itu yang akan kita bayarkan, dan itu juga yang nanti kita kasih ke pengawas untuk pemilik bangunan tersebut bayar retribusinya, namun begitu, kalau untuk pembayaranya saya belum terima,” jelas Budi dalam keteranganya..

Ditempat terpisah, hal berbeda terlontar dari Ikin, pengawas Kebersihan Lingkungan Hidup Kecamatan Gropet ini mengatakan, bahwa pihak kostan laguna sudah melakukan pembayaran retribusi melalui Bank DKI dengan bukti struk setoran. Ia juga mengatakan mobil plat merah yang digunakan itu untuk pembuangan puing.

“Kita kenakan biaya retribusi sesuai dengan Perda pak, kan yang kemarin kan puing ini sekarang puing pak. Jadi kebetulan ada tanah kosong mau dibikin taman,” ucap Ikin dengan nada gugup saat memberi keterangan kepada WARTALIKA.id dilokasi proyek.

Lebih jauh Ikin menjelaskan, bahwa sampah mobil yang diturunkan itu merupakan bentuk bantuan dan atas dasar permintaan pihak Kostan Laguna.

Menanggapi hal tersebut, salah seorang warga bernama Agus mengatakan, fungsi mobil sampah plat merah tersebut selain menabrak prosedur, juga membuat resah lantaran bising saat beroperasi.

“Suara mobilnya bising banget, karena saya setiap hari disini pak, jadi tau yang dikerjakan mobil itu apa saja, lagi pula kenapa harus pakai mobil plat merah untuk ratain dan ngerukin puing dan tanahnya. Buat apa ada yang plat item, dan itukan mobil sampah bukan mobil tanah, malah sekarang sudah rata tuh halaman kost- kostan lagunanya,” bebernya.

Namun sangat disayangkan meski hal tersebut sudah dilaporkan Agus ke Pemprov DKI melalui Email dan sudah ditanggapi dengan tanda warna hijau, akan tetapi hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan lebih lanjut dari Camat Kecamatan Gropet.

Pewarta : Herpal

Pos terkait