LBH Bang Japar Akan Somasi Oknum Kades Cimanggis Bojonggede

LBH Bang Japar

WARTALIKA.id – Kasus dugaan yang menjerat oknum Kades Cimanggis dan partner nya dari tahun 2017 hingga tahun 2020 belum ada tindakan tegas oleh Kepolisian Polres Bogor Kota dengan nomor laporan STBL/203/III/2017/SPKT dengan dugaan Pasal 378, 372, dan 263 KUHP.

Dalam hal kasus tersebut pihak Joddy Djaja selaku pengusaha property memakai jasa seorang pengacara, akan tetapi usaha tersebut pun tidak menuaikan hasil yang signifikan. Pengusaha properti berserta beberapa dari rekan media mendatangi Kantor LBH Bang Japar, Jakarta Pusat, Senin (13/1/2020).

Baca Juga :

Kedatangan Jody Djaja ke kantor LBH Bang Japar untuk menceritakan perihal dugaan kasus penipuan oleh salah satu oknum Kades Cimanggis Bojonggede dan melakukan jalin kerja sama untuk Kuasa Hukum Jody yang akan diberikan kewenangan kepada pengacara dari LBH Bang Japar atas nama Novimanabar SH.

Kejadian berawal dari perkenalan salah satu pengusaha (Joddy Djaja/red) di daerah Bogor dengan salah satu oknum Kades Cimanggis Kabupaten Bogor. Kemudian mereka sudah saling sepakat untuk bekerjasama dalam kepengurusan pembangunan 1.000 rumah untuk dijadikan Perumahan di daerah Cimanggis Bojonggede Kabupaten Bogor sekitar pada tahun 2014 yang lalu.

‌Joddy Djaja selaku pengusaha Property mengatakan, pada waktu itu pihaknya telah mengutus orang  yang bernama Asep untuk kepengurusan pembangunan perumahan tersebut, selanjutnya Asep memperkenalkan dirinya dengan ACG yang salah satu anaknya yang berinisial AA, pada saat itu statusnya menjabat Kepala Desa (Kades) didaerah Bojonggede Kabupaten Bogor.

“‌Sekitar di bulan Agustus 2014, saya telah menyerahkan uang cash sebesar Rp 2 milliar lebih kepada ACG guna pembebasan lahan dan mengurus surat-surat lainnya atas lahan seluas 19,3 hektare yang rencananya akan dijadikan perumahan tersebut,” kata Joddy saat di Kantor LBH Bang Japar, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2020).

Kemudian dilanjutkan, kata dia dengan penandatanganan SPH oleh oknum Kades Cimanggis berinisial AA, (File-file tanda terima, foto-foto penerimaan uang terlampir/red).

“‌Namun setelah oknum Kades dan partner nya menerima uang tersebut, lahan yang dijanjikan ternyata sudah di bangun gedung oleh Perusahaan lain, bahkan uang yang sudah diserahkan kepada oknum Kades dan Kroninya tidak ketahuan digunakan untuk apa,” ungkapnya.

Dia memaparkan, setelah pihaknya menelusuri semua ternyata lahan tersebut sudah ada pemiliknya.

Pos terkait