Dua Warga Kawasi Terkena Peluru Nyasar Oknum Brimob Polda Malut

  • Whatsapp
Brimob Polda Malut
Foto : Korban saat dirawat di rumah sakit

WARTALIKA.id – Belum lama berselang kabar duka penembakan biadab di Masjid Al Noor, Kota Christchurch, dan Masjid di Linwood Avenue, Selandia Baru yang menewaskan sebanyak 49 orang. Aksi koboi itupun terjadi di Indonesia  tepatnya di Desa Kawasi, Kepuluan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara. Anehnya, penembakan itu dilakukan oleh 4 orang oknum aparat Brimob Polda Malut Pam Obvit Pulau Obi terhadap 2 Warga Desa Kawasi. Sabtu (16/3/2019).

Informasi yang di himpun WARTALIKA.id bahwa kronologis kejadian pada hari Jumat tanggal 15 Maret 2019 pukul 21.00 WIT bertempat di Desa Kawasi dimana sedang diadakan Pesta Baronggeng atau ulang tahun yang dilaksanakan Masyarakat Desa Kawasi, namun tanpa memiliki Ijin Resmi dari Kepolisian.

Bacaan Lainnya

Sekitar pukul 22.30 WIT terjadi perkelahian antar warga yang di duga dipicu oleh Miras. Anggota Brimob Polda Malut Pam Obvit yang berada di Kawasi melaksanakan pengamanan dengan mengambil salah satu warga untuk diamankan. Namum beberapa warga melawan anggota Brimob Polda Malut Pam Obvit dengan melakukan pemukulan terhadap anggota Brimob Polda Malut Pam Obvit dimana kemudian anggota Brimob Polda Malut Pam Obvit menghubungi Sekdes Kawasi untuk melakukan penertiban kegiatan.

Sekitar pukul 02.00 WIT Sabtu dini hari kembali terjadi perkelahian yang berujung cek cok antara anggota Brimob Polda Malut dengan Warga. Pada saat terjadi cek cok dengan bermaksud mengamankan keadaan anggota Brimob Polda Malut Pam Obvit Pulau Obi itu melepaskan tembakan ke arah warga sebanyak 5 kali tembakan dan melukai 2 orang warga yang berada di sekitar lokasi.

Kedua korban itu adalah Mince Nalese karyawan PT MSP selamat dengan luka tembakan di Betis kaki kiri, Asian seorang pelajar selamat dengan luka tembakan di betis kaki kiri dan kanannya.

Diketahui dari keterangan Erik Mose (25) suami dari Mince Nanlohy mengatakan, istri dan adik iparnya terkena tembakan dari empat oknum Polisi yang mendatangi rumah mereka.

Diceritakan, kejadian ini berawal saat acara pesta ulang tahun, dimana terjadi kekacauan dalam pesta itu.

Dalam pesta itu, adik iparnya Juisnan Lesi sempat meminta anggota oknum Polisi untuk menyelesaikan masalah ini besok, karena sudah larut malam. “Semua selesai dan aman, kami pun kembali pulang ke rumah,” tandasnya.

Namun saat mereka sedang berada di rumah bagian belakang, empat oknum Polisi datang dan mencari Joisnian dan satu diantaranya langsung mencekik leher Joisnan.

Usai mencekik, lanjut Erik, ke empat oknum Polisi itu mengeluarkan senjata api lalu menodong Juisnan Lessi. Setelah itu, mereka langsung tembak ke arah bawah dan saat ini ada kurang lebih 9 orang di dalam rumah termasuk dua saudaranya yang kena tembakan.

“Tanpa ada tembakan peringatan ke atas, namun mereka langsung arahkan senjata ke bawah dan langsung menembak,” tandas Erik di RSUD Labuha, Sabtu (16/3/2019).

Akibatnya, Mince Nanlesi (29) dan Aisan Nanlesi (19) yang berada di belakang dan kiri Juisnan terkena tembak dan terluka parah di bagain paha dan lutut. ”Ada lima kali tembakan, dan setelah itu adik saya teriak karena kena  tembakan di bagian lutut dan yang satu lagi di paha,” ujar Erik.

Diduga, keempat oknum Polisi itu telah mengkonsumsi minuman keras. Erik berharap, kasus yang menimpa istri dan adik iparnya dapat ditangani dan di ditindak sesuai hukum yang berlaku.

Sementara nama-nama yang diduga oknum Anggota Brimob Polda Malut yang melakukan penembakan adalah ; Brigpol WS, Brigpol A, Briptu F, dan Baratu M.

Kabid Humas Polda Malut hingga berita ini ditayangkan belum bisa memberikan keterangan terkait insiden tersebut. Saat ini kedua korban berada di Rumah Sakit Labuha untuk mendapatkan perawatan intensif dan ke empat anggota Pam Obvit sudah diamankan oleh Propam serta Polsek Laiuwi.

Pewarta : Fahri

Pos terkait