Buron 5 Tahun, Langkah Pembunuh Feby Si Sopir Angkot Terhenti

  • Whatsapp
Pembunuh Feby

WARTALIKA.id – Kurang lebih buron 5 tahun pelaku penikaman yang menyebabkan meninggalnya Feby Hermanto yang keseharian sebagai supir angkot terhenti. Tersangka pembunuhan tersebut berhasil di amankan pihak Resmob Polsek Tangerang pada Rabu 13 Maret 2019 sekira pukul 22:00 Wib di Desa Manggala Tulang Bawang Lampung Selatan.

Tersangka penikaman yang menyebabkan korban meninggal dunia berinisial RFK melarikan diri dan buron selama kurang lebih sekitar 5 tahun setelah menghabisi nyawa korbanya.

Bacaan Lainnya

Tersangka dan korban sama-sama bekerja sebagai supir angkot di Kota Tangerang. Berawal dari perebutan penumpang hingga terjadi selisih faham dan cekcok, namun sudah pernah di mediasikan oleh rekan sesama supir angkot.

Kronologi kejadian penikaman tersebut terjadi pada hari kamis 1 Mei 2014 sekira pukul 17:20 Wib, di Pom bensin pengayoman Jl. Jendral Sudirman Kelurahan Babakan Kecamatan Tangerang Kota Tangerang.

Pada saat itu tersangka RFK sedang menarik angkot B.02 sedang menunggu penumpang di depan Mall Tang City  Kota Tangerang, kemudian tersangka menghampiri korban Feby dan menanyakan permasalahan kesalahfahaman yang sebelumya mau di selesaikan atau tidak, namun korban menjawab di lanjutkan saja.

Mendengar jawaban korban pelaku kemudian meminjam sebilah pisau milik rekannya yang bernama Heri kemudian di selipkan pisau tersebut di pinggangnya. Kemudian tersangka memasuki mobil korban dan menuju ke Pom Bensin Pengayoman, namun sesampainya di Pom tersebut tersangka di pukul oleh korban yang mengenai bahu kiri tersangka.

Mendapati pukulan dari korban, tersangka kemudian mencabut pisau belati yang di selipkan di pinggang nya, seketika itu tersangka menusuk korban dengan pisau belati sebanyak satu kali tikaman yang mengenai dada sebelah kiri korban sehingga mengakibatkan korban ambruk tewas terkapar bersimbah darah.

Menurut keterangan Kapolsek Tangerang Kompol Ewo Samono membenarkan kejadian tersebut bahwa pada tahun 2014 silam terjadi sebuah penikaman terhadap supir angkot yang berlokasi  di Pom Bensin Pengayoman Kota Tangerang.

“Tersangka RFK adalah teman seprofesi dengan korban Feby, penyebab kejadian awal penikaman lantaran perebutan penumpang sesama supir angkot,” ucap Ewo. Selasa (19/3/2019).

“Sebelumnya permasalahan tersebut sudah di lerai dan di musyawarahkan oleh sesama pengemudi angkot, namun tersangka kembali mendatangi korban dan menanyakan kembali prihal permasalahan tersebut, hingga akhirnya terjadi penikaman yang menyebabkan korban meninggal dunia, setelah melakukan penikaman tersangka melarikan diri dan berpindah pindah tempat tinggal untuk menghindari kejaran polisi,” terang Ewo.

Atas kejadian tersebut, sambung Ewo Tim Resmob Polsek Tangerang Kota bekerja sama dengan Tim Resmob Restro Tangerang melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka ke daerah Manggala Kabupaten Tulang Bawang Lampung Selatan, hingga akhirnya pelarian tersangka selama lima tahun dapat di hentikan.

Adapun tersangka di jerat dengan pasal 76c Jo pasal 80 ayat (3) UU No 35 tahun 2014 atas perubahan UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan atau pasal 338 KUHP dan atau 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman Hukuman penjara paling lama 15 tahun dan atau denda paling banyak Rp. 3 Miliar.

“Kini tersangka serta barang bukti berupa  sebilah pisau belati gagang kayu warna coklat, sebuah celana jeans panjang warna biru, kemeja pendek hitam motif garis garis, sepasang sandal warna coklat serta sepasang sandal warna putih biru di amankan di Polsek Tangerang Kota guna penyelidikan lebih lanjut,” tandas Ewo.

Pewarta : Sukron

Pos terkait