Polsek Balaraja Bekuk Pelaku Sodomi 4 Anak Dibawah Umur

  • Whatsapp
Polsek Balaraja
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Syam Indardi
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Reskrim Polsek Balaraja berhasil mengakhiri perbuatan bejat US alias PA (23), warga Desa Tobat, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang. US ditangkap berdasarkan perbuatannya yang telah melakukan sodomi kepada empat siswa SMP.

“Perbuatan bejat US terbongkar setelah keluarga korban melapor ke Polsek Balaraja. Korban ada empat orang yaitu SR (13), AA (15), MHK (13), dan FAPB (12),” terang Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Ade Ary Syam Indardi. Jum’at (31/1/2020).

Bacaan Lainnya

Dijelaskan, sebelum US mencabuli korbannya, tersangka berkenalan dengan beberapa anak dibawah umur melalui media sosial (medsos). Setelah mendapat nomor telepon korban, tersangka membuat group WhatsApp bernama “squad santuy”.

Disitu, tersangka melihat percakapan di group WhatsApp squad santuy. Anak yang aktif komentar digroup itu, kata Kapolresta tersangka kembali membuat group baru bernama video viral.

“Setelah group baru itu dibuat, tersangka kerap mengirim video porno untuk memancing anggota grup yang aktif untuk berkomentar, sehingga tersangka bisa mendeteksi dan tersangka menghubungi calon korban tersebut. Setelah janjian, tersangka membawa korban ke rumahnya yang tidak jauh dengan rumah korban dengan di iming-imingi main game mobile legend,” bebernya.

Lanjutnya, setelah itu pelaku membawa korban ke dalam kamar, dan disitulah tersangka menggerayangi korban sambil melakukan semacam oral seks yang kemudian dilanjutkan dengan melakukan sodomi terhadap korban.

Atas kejadian itu, kata Ade, keluarga korban merasa ada yang aneh dengan prilaku keseharian korban belakangan ini, sehingga keluarga korban mendesak korban untuk terus terang. Hasilnya korban juga mengaku telah di perlakukan seperti itu oleh US, sehingga keluarga korban melaporkannya ke Mapolsek Balaraja.

“Tanpa membutuhkan waktu lama, akhirnya jajaran reskrim Polsek Balaraja langsung menangkap pelaku yang tak jauh dari tempat tinggalnya,” ungkapnya.

Ade menambahkan, atas perbuatan tersangka, polisi menjerat dengan pasal 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016, perubahan kedua atas UU Nomer 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan paling lama 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Pos terkait