Keren! Satgas Cyber Polri Berhasil Tangkap 107 Orang Pelaku Hoax Pademi COVID-19

  • Whatsapp
HARI LAHIR PANCASILA

WARTALIKA.id – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melakukan kegiatan operasi penanggulangan pandemi virus Corona (Covid-19) bernama Aman Nusa II. Begitu banyak informasi simpang siur alias hoax disertai ujar kebencian, hal ini mendorong Sigap Tanggap SUB Satgas Cyber Polri melakukan giatan operasi tersebut telah menjerat setidaknya 107 tersangka kasus penyebaran informasi bohong alias hoaks terkait Corona.

Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Wahyu Hadiningrat, S.I.K., M.H., mengatakan , Bareskrim Polri telah menetapkan 107 pelaku penyebaran berita hoax selama pandemi Corona (Covid-19), saat video conference (Vicon) rapat dengar pendapat bersama tim pengawas penanganan virus Corona DPR RI, Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Bacaan Lainnya

Idul Fitri 1441 H

Irjen Pol Wahyu menyampaikan, selama kurun waktu tersebut sering dilakukannya giat patroli siber sebanyak 9.062 kali, aksi take down 2.471 akun, dan penindakan hukum sebanyak 105 kegiatan tersebut.

“Jadi total keseluruhan 11.584 kegiatan dengan 107 tersangka,” ujar Wahyu Hadiningrat.

Kami fokus pada satgas kelima (Gakkum) sesuai bidang kami, Kasus menonjol mulai periode 19 Maret dimulainya satgas ini sampai 19 Mei 2020, Sub satgas cyber melakukan penangkapan terhadap 107 pelaku hoax, 107 tersangka didominasi laki-laki dengan usia 18 sampai dengan 61 tahun,” paparnya.

Irjen Wahyu menerangkan , “Ada pun niat para penyebar hoax yang beredar di dunia maya seperti pengabaran corona disuatu tempat tanpa ada informasi lengkap dan akurat, penyebaran berita bohong pada kebijakan pemerintah hingga penghinaan Presiden dan Pejabat Negara,” terangnya.

Kini para pelaku harus mempertanggung jawabkan atas perbuatannya Berselancar Ugal Ugalan di Sosial Media.

Para pelaku hoax melanggar Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik ( ITE) mereka terancam dikenakan Pasal 45 dan 45 A dengan ancaman pidana 6 tahun penjara dan Pasal 14 ,15 UU Nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara,” tegas Irjen Pol Wahyu Hadiningrat.

Pos terkait