Program Penanaman Enbal Masuk Ohoi Semawi Dicegah Warga

  • Whatsapp
Kapolsek Kei Kecil Timur IPDA Lucky
Kapolsek Kei Kecil Timur IPDA Lucky
HARI LAHIR PANCASILA

WARTALIKA.id  – Pandemi Covid 19 di Indonesia sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat secara menyeluruh di Indonesia, termasuk persediaan bahan makanan karena Para Petani mengalami gagal panen di beberapa daerah tertentu seperti di Sumatera, Jawa. Kalimantan, Sulawesi dan Papua sebagai pusat lumbung padi.

Hal itu membuat Kementerian Pertanian RI bekerja sama dengan TNI tentang Program Penanaman bahan makanan lokal disetiap Kabupaten/Kota termasuk Kabupaten Maluku Tenggara  dengan jenis makanan Tradisional Enbal, yang menurut rencana akan dilaksanakan di lahan garapan masyarakat Adat Ohoi Semawi Kecamatan Kei Kecil Kabupaten Maluku Tenggara, yang diawali dengan pembersihan lahan beberapa hari silam menuai pencegahan dari warga setempat. Hal ini disampaikan Kapolsek Kei Kecil Timur IPDA Lucky diruang kerjanya usai menilai permasalahan tersebut bersama Masyarakat Adat Ohoi Semawi, Rabu (20/5/2020).

Bacaan Lainnya

Idul Fitri 1441 H

Kapolsek Kei Kecil Timur IPDA Lucky dalam keterangannya mengatakan bahwa pihaknya menerima laporan Polisi terkait pencegahan warga terhadap seorang Putera Ohoi Semawi Finsen Ngangun yang dipercayakan sebagai Mandor dalam kegiatan pembersihan lahan garapan tersebut, “disamping Petugas PPL Dinas Pertanian Kabupaten Maluku Tenggara tanpa sepengetahuan Kepala Ohoi Semawi dan Perangkatnya serta Kelembagaan Ohoi Semawi,” ungkap Kapolsek.

“Permaslahan ini terjadi dikarenakan adanya miscomunication para pihak dengan Pemerintah Ohoi Semawi, dan permasalahan ini dapat teratasi dengan peran aktif Polsek Kei Kecil Timur termasuk penyelesaian antara Finsen Ngangun dan Alo Ditubun,” jelas Kapolsek.

Lanjutnya, dengan demikian maka permaslahan ini dapat terselesaikan akan tetapi kelanjutan dari kegiatan pembersihan lahan tersebut ditangguhkan dan menunggu pertemuan berikutnya antara Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara serta pihak terkait lainnya dengan Pemerintah Ohoi Semawi bersama semua unsur Kelembagaan dan Masyarakat setempat.

Sementara Niko Sabubun Sekretaris Ohoi Semawi menyatakan kekesalannya, bahwa jika pencegahan warga terhadap kegiatan pembersihan lahan dan berujung konflik maka Pemerintah Ohoi Semawi lepas tangan, karena tidak ada pemberitahuan lebih awal.

Lanjut Niko Sabubun bahwa pihaknya mengetahui kejadian ini setelah terjadi pencegahan dan berkesimpulan bahwa maksud dan tujuan program ini baik adanya.

“Hanya saja pihak Pemerintah Ohoi Semawi tidak pernah dihubungi tentang itu, lebih ironisnya Dinas Pertanian Kabupaten Maluku Tenggara pura pura tutup mata dan tidak pernah berfikir bahwa ada Presiden ke 5 juga ada di Ohoi Semawi,” sesal Niko.

Kapolsek Kei Kecil Timur IPDA Lucky sebelum mengakhiri keterangannya, dirinya berharap kepada Kepala Ohoi Semawi dan Masyarakat Adatnya untuk bersabar dan menahan diri sampai dengan ada pertemuan lanjut dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara.

“Saya berharap pula agar Pemerintah Ohoi Semawi dan kita semua dapat menjaga Kamtibmas di Ohoi Semawi secara baik,” tutup Kapolsek.

Pos terkait