Pecatan TNI AD, RB Dijemput Tim Gabungan TNI-Polri

  • Whatsapp
Pecatan TNI AD, RB Dijemput Tim Gabungan TNI-Polri
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Seorang Pecatan TNI Angkatan Darat (AD) RB, terancam pasal berlapis usai menuntut Presiden Joko Widodo, tuntutan disampaikan lewat rekaman video yang sempat viral di Media Sosial (Medsos) beberapa hari yang lalu.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan membenarkan, Kepolisian telah melakukan penangkapan terhadap R alias RB (45), pecatan TNI. Penangkapan ini berdasarkan nomor laporan 0271 tanggal 22 Mei 2020.

Bacaan Lainnya

“Benar pada Kamis, 28 Mei 2020 pukul 10.30 Wita, tim Bareskrim Polri bersama Polda Sultra dan Polres Buton, telah melakukan penangkapan terhadap tersangka atas nama Ruslan alias Ruslan Buton alias RB di wilayah Kecamatan Wabula, Kabupaten Buton Sulawesi Tenggara,” katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (29/5).

Penangkapan itu disertai dengan barang bukti satu buah handphone tersangka dan KTP. Dari hasil pemeriksaan, katanya, tersangka mengakui bahwa benar suara rekaman yang beredar adalah miliknya.

“Pada tanggal 18 Mei 2020 menggunakan handphone tersangka dan mendistribusikan rekaman tersebut ke dalam Group WA Serdadu Ekstrimatra,” katanya.

Dalam kasus ini, R dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau Pasal 15 UU No. 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang dilapis dengan Pasal 28 ayat 2 UU No. 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana 6 tahun dan atau Pasal 207 KUHP, dapat dipidana dengan ancaman penjara 2 tahun.

“Pendalaman tentang peran RB akan dilanjutkan oleh penyidik Bareskrim Polri pasca RB tiba di Jakarta,” pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, R sempat membuat pernyataan terbuka kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam hal ini, R membuat rekaman suara yang mengkritisi kepemimpinan Jokowi. Rekaman ini pun viral di media sosial.

Menurut R, solusi terbaik untuk menyelamatkan bangsa Indonesia adalah bila Jokowi rela mundur dari jabatannya sebagai orang nomor satu di Tanah Air ini.

Surat terbuka tersebut menuai reaksi beragam dari sejumlah kalangan, ada yang pro dan ada yang kontra. Hampir sepekan setelah video itu viral, RB dijemput tim gabungan TNI-Polri.

Sekilas jejak dalam kesatuan militer.

R adalah mantan perwira menengah di Yonif RK 732/Banau dengan pangkat terakhir Kapten Infanteri.

Saat menjabat sebagai Komandan Kompi sekaligus Komandan Pos Satgas SSK III Yonif RK 732/Banau, R terlibat pembunuhan La Gode pada 27 Oktober 2017.

Pengadilan Militer Ambon memutuskan hukuman penjara 1 tahun 10 bulan. Dia kemudian dipecat dari anggota TNI AD pada 6 Juni 2018 lalu.

Pos terkait