Polresta Tangerang Amankan 11 Orang Terkait Pengrusakan Kantor Ormas

  • Whatsapp
Polresta Tangerang
Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi saat terjun kelokasi pengrusakan kantor ormas.
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Pengrusakan kantor Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Tangerang oleh Ormas Badan Pembina Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten Kepengurusan Kabupaten Tangerang berbuntut panjang. Setelah kejadian itu aparat Polresta Tangerang Polda Banten mengamankan 11 orang terkait kejadian.

“Sebelas orang itu diamankan untuk dimintai keterangan terkait peristiwa pengrusakan Kantor PP yang berada di Kecamatan Cikupa yang diduga dilakukan oleh oknum BPPKB,” terang Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi. Sabtu sore (30/5).

Bacaan Lainnya

Lanjutnya, kesebelasnya kami amankan karena diduga mengetahui peristiwa itu serta untuk mengetahui sejauh mana keterlibatan mereka dalam peristiwa pengrusakan itu. Selisih paham antar dua ormas, kata Ade berawal dari peristiwa penarikan sepeda motor oleh pegawai salah satu lembaga pembiayaan atau leasing, kedua pihak yakni konsumen dan leasing ternyata masing-masing didukung oleh kedua ormas itu.

“Pokok masalahnya persoalan penarikan motor yang terjadi pada Kamis 28 Mei 2020 sudah selesai. Namun setelah itu, beredar video yang diduga dari BPKB yang akhirnya membuat tersinggung Ormas PP. Setelah beredar video BPPKB, kemudian beredar video pernyataan sikap dari Ormas PP yang menyatakan tersinggung atas video dari Ormas BPPKB,” urai Ade.

“Video yang beredar semacam pernyataan sikap. Dan direspons juga dengan pernyataan sikap,” tambah Ade.

Namun atas beredarnya kedua video itu, Polresta Tangerang berupaya melakukan mediasi pada Jumat 29 Mei 2020 petang di Mapolresta Tangerang. Dalam mediasi itu, lanjut Ade, pimpinan kedua ormas sepakat untuk menyelesaikan secara musyawarah serta berjanji menjaga kondusifitas dan bertanggung jawab atas dampak yang timbul.

“Namun sekitar jam 9 malamnya, terjadi pengrusakan kantor PP yang juga kantor pribadi ketua PP. Kami menyesalkan peristiwa pengrusakan itu, sebab peristiwa itu terjadi usai kedua pimpinan ormas bermediasi dan mencapai sepakat. Oleh karena itu, diharapkan tidak ada lagi ekses atau dampak negatif dari peristiwa itu,” ujar Ade.

“Apabila ada ketidakpuasan, silakan tempuh jalur hukum, jangan main hakim sendiri. Sebab kami pastikan, aksi main hakim sendiri akan kami tindak,” kata Ade.

Dikatakan lagi, situasi saat ini sudah aman terkendali. Seluruh Kapolsek, sudah membangun komunikasi dengan seluruh ketua kedua ormas di tingkat kecamatan. Dan kegiatan patroli akan makin ditingkatkan serta melakukan pengamanan terbuka.

“Proses pemeriksaan kepada 11 orang masih berlangsung. Perkembangannya akan kami sampaikan,” tandas Ade.

Pos terkait