Nekat Gantung Diri, Ini Penjelasan Kabag Ops Polres Pegunungan Bintang

  • Whatsapp
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Kejadian baru baru ini yang membuat heboh warga yaitu sekitaran pukul 08.30 pagi  nampak warga Kampung Mabilabol Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, adanya korban diduga gantung diri, Papua, sabtu(13/6/2020).

Menurut keterangan Maikel Uropmabin(22) suami korban mengatakan hari ini telah terjadi korban(istri) Nensi Bitdana(21) meninggal di duga gantung diri.  Maikel bahwa sebelumnya korban, pada hari Jumat 12 Juni 2020, pukul . 07.00 Wit korban mengambil kayu bakar di hutan namun korban tidak kembali kerumah.

Bacaan Lainnya

Saya mencari istri(korban), ke hutan pukul. 07.00 Wit namun ditemukan korban dalam kondisi gantung diri dan tidak bernyawa lagi dengan kejadi ini pihak keluarga langsung melaporkan ke piket jaga Polres Pegunungan Bintang,” jelas Maikel kepada WARTALIKA . id .

Kapolres Pegunungan Bintang Polda Papua AKBP Ferdyan Indra Fahmi, S. I. K melalui Kabag Ops Polres Pegunungan Bintang AKP L. Guruh Perwira Negara membenarkan adanya laporan orang meninggal gantung diri, korban(istri) Nensi Bitdana(21).

Saya dan anggota Polres Pegunungan Bintang menuju ke Tempat Kejadian Perkara(TKP) Kasus Gantung Diri. Langsung olah TKP telah selesai selanjutnya Korban di Bawa ke RSUD Oksibil guna dilakukan Visum Terhadap korban.
Adapun hasil Visum Korban Gantung diri sebagai berikug, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan  Losisi korban dalam keadaan lidah terjulur,” jelasnya.

Masih kata Kabag Ops Polres Pegunungan Bintang, dari pihak keluarga korban Etius Uopdan laki-laki(43) datang melapor kepada Anggota Penjagaan Polres Pegunungan Bintang adanya tuntutan dari pihak keluarga terhadap suami korban sebesar Rp. 200.000.000 (dua ratus juta rupiah) di karenakan suami korban menikah dengan perempuan lain.

Diduga motif korban melakukan gantung diri dikarenakan merasa kecewa terhadap suami korban menikah dengan perempuan lain dan selama 2 (dua) tahun pernikahan dengan korban  tidak meninggalkan harta keluarga. Kasus tersebut diatas murni gantung diri dengan posisi korban tergantung dan lidah terjulur keluar,” jelasnya.

Tidak menutup kemungkinan adanya oknum maupun kelompok yang dapat memanfaatkan moment tersebut guna membuat situasi Kamtibmas menjadi tidak kondusif,” tegas Kabag Ops Polres Pegunungan Bintang.

Akan di rencanakan pertemuan dari pihak keluarga korban dan pihak keluarga suami untuk membahas permasalahan tuntutan denda dari keluarga korban. Tetap dilakukan monitoring dan penggalangan terhadap keluarga korban guna mengantisipasi situasi Kamtibmas yang tidak kondusif,” ungkap AKP L. Guruh.

Pewarta : FM

Pos terkait