Libatkan Anak Dibawah Umur, Pasutri Ini Berhasil Menggasak Motor di Pasar Kemis

  • Whatsapp
Pasutri
AGUNG NUROHO

WARTALIKA.id – Kompak melakukan aksi kejahatan menggasak kendaaraan bermotor. Pasangan suami istri harus berurusan dengan aparat Polresta Tangerang Polda Banten.

“Aksi pasutri saat menggasak sepeda motor di Kantor Pemasaran Fics Properti di Desa Pangadegan, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang pada Jumat (29/3/2020) lalu terekam kamera CCTV. Berkat rekaman kamera CCTV itulah polisi berhasil meringkus keduanya,” terang Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi. Rabu (24/6/2020).

Bacaan Lainnya

Parahnya lagi, pasutri ini turut membawa kedua anaknya yang masih kecil yakni berusia 7 tahun dan 4 tahun saat melakukan aksi kejahatannya.

Ade menjelaskan, sang suami inisial A (30) dan sang istri inisial FC (30) berkeliling membawa serta kedua anaknya dengan sepeda motor. Langkah itu dilakukan para tersangka untuk mencari sasaran kendaraan bermotor yang bisa dicuri.

“Saat melintas di TKP di sebuah kantor pemasaran perumahan, kedua tersangka melihat ada kendaraan bermotor yang terparkir,” kata Ade.

Tersangka A kemudian turun dari motor sedangkan istrinya FC menunggu di motor yang dibiarkan tetap menyala bersama kedua anaknya. Sementara itu, tersangka mulai memasuki kantor pemasaran dan mencari kunci sepeda motor yang sedang terparkir di luar. Pada saat itu, kata Ade, pekerja kantor pemasaran sedang tertidur.

“Aksi itu dilakukan pada siang hari dan memang kebetulan keadaan sedang sepi,” ujar Ade.

Setelah berhasil menemukan kunci motor, tersangka A langsung membawa lari motor curian. Melihat sang suami berhasil menggondol motor hasil kejahatan, sang istri yakni tersangka FC juga langsung melarikan diri bersama kedua anaknya meninggalkan tempat kejadian perkara.

“Berdasarkan keterangan kedua tersangka, mereka sudah dua kali beraksi. Namun aksi pertama hanya tersangka A. Sang istri tersangka FC baru ikut diaksi yang kedua,” terang Ade.

Kepada polisi, tersangka mengaku menjual motor curian itu seharga Rp3 juta ke seorang penadah di kawasan Kalideres, Jakarta Barat. Uang hasil penjualan motor curian, digunakan para tersangka untuk membayar utang dan untuk kebutuhan sehari-hari.

Para tersangka mengaku, motif melakukan aksi pencurian karena terlilit utang dan terdesak kebutuhan ekonomi. Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.

Ade mengimbau, masyarakat untuk berhati-hati dan mewaspadai aksi curanmor. Ade mengajak masyarakat menjaga kendaraan dengan sebaik-baiknya dengan menggunakan kunci tambahan dan kunci rahasia. Ade juga mengimbau masyarakat untuk tidak menerima atau membeli barang-barang yang diduga hasil kejahatan.

“Penadah juga bagian dari sindikat kejahatan karena. Membeli barang hasil kejahatan bisa dipidana,” tandasnya.

Pos terkait