Aparat Polsek Pancur Batu Diduga Lemah Tangani Kasus Debt Collector

  • Whatsapp
Polsek Pancur Batu
Dokumen Foto NG saat dirawat di rumah sakit

WARTALIKA.id – Kinerja Polsek Pancur Batu Polrestabes Medan Polda Sumut sungguh sangat mengecewakan bagi perempuan berinisial NG dimana laporan dugaan kekerasan yang dilakukan oleh para debt collector mengendap di Polsek Pancur Batu.

“Saya kecewa dengan kinerja Polsek Pancur Batu, dimana perkara laporan saya masih belum menemui titik terang sampai saat ini,” keluh NG kepada WARTALIKA.id. Rabu (29/7/2020).

Perlu diketahui beberapa bulan silam tepatnya pada tanggal 22 November 2019, aksi perampokan dan penganiayaan yang dilakukan oleh sekelompok orang pengendara sepeda motor, yang notabene mengaku sebagai “Debt Collector” di salah satu leasing di Sumatera Utara yaitu SMS sempat viral di media sosial YouTube dimana korbannya adalah NG dan adik laki-laki NG berinisial IG.

Kejadian itu diseputaran wilayah hukum Polsek Pancur Batu, tepatnya di Jl. Jamin Ginting Simpang Kongsi Pancur Batu Deli Serdang Sumatera Utara.

NG yang masih trauma dengan kejadian tersebut mengungkapkan, para debt collector itu mencoba menarik paksa kendaraan roda empat merek Xenia dengan Nopol B. 1075 POK.

“Para debt collector itu memecahkan kaca mobil sebelah kanan depan pintu supir dan dengan leluasa merampok kunci kendaraan juga STNK yang terletak di bawah dashboard dekat setir mobil,” kata NG yang merupakan ASN di Pemkab Karo.

Parahnya lagi, karena NG melakukan perlawanan untuk mempertahankan mobil mereka dari para perampok yang mengatasnamakan debt collector, pemukulan secara bertubi-tubi pun dialami NG dan berusaha menarik NG keluar dari dalam mobil untuk di hempaskan ke jalan raya, sehingga menyebabkan NG terluka dengan sangat serius pada bagian mulut, jari dan siku serta sempat tidak sadarkan diri ketika di bawa oleh suaminya ke rumah sakit pancur batu.

Merasa tidak puas dengan hanya menyiksa NG saja, maka para perampok tersebut juga dengan beringas  menusuk punggung adik laki lakinya dengan benda tajam sebanyak 2 tusukan yang mengakibatkan bajunya sobak dan terdapat luka yang menganga di punggungnya.

“Beberapa aparat kepolisian sektor pancur batu sempat menyaksikan pengeroyokan itu namun tidak melakukan tindakan apapun,” ucap NG kesal.

Selain itu, kata NG mereka juga menguras laptop merek Thosiba, Handphone merek Samsung S8, dan uang Rp.5 juta beserta kunci mobil dan STNK. [baca juga : Aparat Polsek Pancur Batu Diduga Tumpul Tangani Kasus Penganiayaan]

“Setelah sekian lama kejadian tragis ini dan juga telah resmi di buatkan laporan ke Polsek Pancur Batu dan tidak pernah ada nampak titik terangnya, serta bahkan nyaris di peti es kan sehingga para pelaku perampokan dan penganiayaan itu tetap bebas berkeliaran,” beber NG.

Pewarta : Rinaldi

  • Whatsapp

Pos terkait