BNN Bongkar TPPU Rp 5,2 Miliar dari Transaksi Napi Bandar Narkoba

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap tindak pidana pencucian uang yang dilakukan bandar narkoba berinisial M narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Wanita Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Kasus kejahatan tindak pidana pencucian uang (TPPU) tersebut bernilai total Rp 5,2 miliar.

Bacaan Lainnya

Karo Humas dan Protokol BNN, Brigjen Pol Sulistyo Pudjo Hartono dalam keterangannya membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, saat Tim BNN melakukan penggeledahan di dalam Lapas yang dihuni M menemukan dua unit handphone, 5 bungkus plastik klip berisi kalung emas, dan uang tunai sebesar empat juta rupiah.

“Diketahui wanita berinisial M mendekam di penjara sejak tahun 2016 karena kasus narkoba,” ujar Sulistyo dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (25/8/2020).

Berdasarkan informasi, Tim Direktorat TPPU BNN yang dipimpin Bahagia Dachi, berhasil menelusuri sejumlah aliran dana hasil kejahatan narkotika yang dikendalikan oleh M dari balik Lapas di Kalsel tersebut.

Pasalnya, sepak terjang kejahatan yang dilakukan M tak tanggung- tanggung, total asset yang dimilikinya dari hasil usahanya meminjamkan rekening kepada narapidana narkotika mencapai 5,2 miliar. Aset milyaran rupiah itu berupa rumah dan beberapa kendaraan mewah yang pernah dibelinya.

M mengakui telah menggunakan uang tersebut untuk membeli beberapa barang berharga (aset miliknya disita petugas) maupun mencukupi kebutuhannya selama di Lapas.

Diungkapkannya, wanita berstatus napi itu mendapat fee dari hasil transaksi narkotika sebanyak 15% persen setiap transaksi. Modus M menggunakan 5 buah rekening. Dua rekening diantaranya menggunakan nama sepupunya, satu rekening menggunakan nama ibu kandungnya, satu rekening menggunakan nama keponakannya dan satu rekening lainnya menggunakan nama orang lain.

Guna mempertanggungjawab atas perbuatannya, M akan dijerat dengan Undang- Undang Nomer 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman pidana penjara paling lama 20 tahun.

Pos terkait