Polres Metro Jakbar Terima Penghargaan dari KPAI

  • Whatsapp
Ketua Koordinatoriat PWI Jakbar Kornelius Naibaho

WARTALIKA.id – Polres Metro Jakarta Barat menerima penghargaan dari
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) atas penanganan kasus yang cepat dan responsif dalam kasus hukum perlindungan anak.

Penghargaan ini diberikan di gedung KPAI Jalam Teuku Umar No.10, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2020).

Baca Juga :

Ketua KPAI Susanto mengatakan, pihaknya memberikan penghargaan setelah melihat komitmen Polres Metro Jakarta Barat yang mampu mengungkap kasus kriminal yang korbannya melibatkan anak-anak.

“Dalam hal ini Polres Jakbar mampu menyelesaikan setiap permasalahan atau kasus yang melibatkan terhadap anak dan terjalinnya hubungan sinergi bersama KPAI,” ujarnya

Sementara itu Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Audie S Latuheru menyampaikan, dalam hal ini dirinya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada KPAI yang telah mempercayainya dalam hal ini terhadap beberapa keberhasilan kasus yang melibatkan beberapa anak. Baik itu yang melibatkan anak sebagai korban maupun sebagai pelaku akan menimbulkan dampak yang sama.

Oleh sebab itu menurutnya, Polres Metro Jakarta Barat akan berkonsisten dalam menempatkan persoalan yang menyangkut perkembangan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa pada posisi yang penting.

“Hubungan Polres Jakbar dan KPAI adalah hubungan yang serius dan memang harus serius dan harmonis, karena ancaman kepada anak seperti bahaya laten yang tidak terlihat, padahal ancaman kepada anak adalah ancaman kepada masa depan bangsa,’ ucap Audie.

Dikesempatan yang sama, Komisioner KPAI Bidang Anak Berhadapan dengan Hukum KPAI Putu Elvina menambahkan, kasus- kasus yang melibatkan terhadap anak yang berhasil diungkap kebelakang nya akan menjadi PR bagi semua.

“Oleh sebab itu saat ini kami dari kpai sangat mengapresiasi terhadap langkah dan hubungan yang selama ini sudah terjalin baik kepada Polres Metro Jakarta Barat,” jelasnya.

Hal ini harus menjadi tantangan kedepannya adalah insfrastruktur untuk penyelidikan anak yang belum memadai.

“Kami berharap nanti kedepannya infrastruktur untuk penyidikan akan lebih baik kedepannya,” pungkasnya.

Pos terkait