Polisi Jerat Tersangka Pasal Berlapis, Kasus Pelecehan di Bandara Soetta

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Polresta Bandara Soekarno- Hatta meringkus tersangka oknum tenaga kesehatan inisial EF kasus pelecehan seksual terhadap perempuan berinisial LHI.

Tersangka dijerat pasal berlapis atas 2 kasus yang dilakukan.

Bacaan Lainnya

“Ada dua inti di sini, yang pertama adalah adanya Pasal 368 KUHP, di pasal 368 KUHP kemudian 378 KUHP penipuan, juga ada di pasal 289 dan 294 KUHP tentang pencabulan yang dilakukan oleh tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus didampingi Kapolres Metro Bandara Soekarno-Hatta Kombes Adi Ferdian Saputra dalam jumpa persnya, Senin (28/9/2020).

Yusri menjelaskan, dalam kejadian ini ada 2 perkara yang disidik oleh polisi. Pertama terkait dugaan penipuan dan pemerasan yang dilakukan oleh tersangka dan kedua soal pencabulan.

Selain itu, polisi memeriksa sejumlah saksi dalam perkara tersebut. Korban juga telah diasesmen di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Gianyar, Bali.
Asesmen dilakukan setelah korban membuat laporan resmi di Bali.

“Kita ambil keterangan saksi ahli P2TP2A Gianyar sana supaya memperkuat lagi kondisi bagaimana psikologi korban. Korban mengaku trauma dengan kejadian tersebut kita mengambil keterangan ahli di sana. P2TP2A yang tadi dari Gianyar Bali juga hasil pemeriksaan keterangan ahli menyatakan bahwa korban sempat mengalami trauma dengan kejadian yang dialami,” kata Yusri.

Lebih lanjut menurutnya, rekaman CCTV di Bandara Soekarno-Hatta menjadi petunjuk kuat polisi dalam menetapkan tersangka dalam kasus pelecehan. Rekaman CCTV merekam aksi pelaku saat itu.

Seperti diketahui, EF telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penipuan, pemerasan, dan pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta. Setelah kejadian itu viral di media sosial, EF ditangkap di Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, pada Jumat (25/9).

Kasus ini bermula dari cuitan korban LHI yang mengaku telah menjadi korban pelecehan dan penipuan oleh EF. Korban saat itu mengaku hendak melakukan perjalanan ke Nias pada Minggu (13/9).

Korban diminta menjalani rapid test dan hasilnya dinyatakan reaktif Corona oleh tersangka EF.

Kemudian korban dipaksa menjalani rapid test ulang dengan membayar Rp 150 ribu. Dia pun akhirnya dibawa ke tempat sepi dan diminta memberikan uang tambahan senilai Rp 1,4 juta.

Pos terkait