Begini Kronologi Perwira Kodim 0501/JP BS Dekati Wanita Misterius Berjilbab Hitam Membawa Ransel

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Mungkin bagi yang sudah melihat video wanita bercadar dan berjilbab hitam membawa ransel saat aksi demo di Jakarta Pusat, akan dibuat miris melihatnya. Saat dirinya membuat takut aparat kepolisian yang saat itu sedang mengawal aksi unjuk rasa di Bawaslu RI.

Tak ayal, wanita yang diduga sebagai “Pengantin” Bom bunuh diri di Jl. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat itu membuat netizen gempar dengan kelakuannya saat itu yang terlihat mencekam. Namun hal itu tak lantas membuat takut Kepala Urusan Operasional (Kaurops) Kodim Jakarta Pusat, Kapten Arm Sucita Sesko Wardana.

Dandim 0501/JP BS, Letkol Inf Wahyu Yudhayana, dalam rilis tertulisnya di Makodim 0501/JP BS, Jakarta Pusat, Jumat (24/5/2019) menjelaskan bahwa Satuan Tugas Pengamanan Wilayah (Satgas Pamwil) Jakarta Pusat menyerahkan DM, wanita bercadar dan berjilbab hitam membawa ransel hitam di punggung tanpa paksa ke polisi.

“Kami mendapat laporan dari Perwira Kodim bahwa ada seorang wanita berinisial DM yang mencurigakan gerak-geriknya berjalan santai menuju gedung Bawaslu, dengan menggunakan pakaian dan ransel serba hitam, di sela-sela berlangsungnya Demonstrasi Hasil Pemilu,” urainya.

Dikatakan, kecurigaan semakin besar setelah rekan aparat terus melakukan peringatan dan himbauan terhadap DM untuk diam di tempat tetapi tidak mengindahkan hal tersebut.

“Saat itu, saya memerintahkan Kepala Urusan Operasional (Kaurops) Kodim Jakarta Pusat, Kapten Arm Sucita Sesko Wardana, untuk memonitor perkembangan dan pergerakan DM. Disaat DM terkonsentrasi dengan peringatan aparat, berkat keberanian, kehandalan berkomunikasi dan jiwa kemanusiaan yang tinggi dari Kaurops Kodim, DM mau menyerahkan diri tanpa dipaksa,” jelasnya.

Di sisi lain, Kapten Arm Sucita Sesko Wardana menjelaskan bahwa, sikap Patriot yang beresiko tinggi tersebut dilakukan atas inisiatif pribadi karena adanya rasa prihatin dan berniat menyelamatkan seorang wanita lemah yang sedang berada dalam kepulan asap gas air mata sebagai akibat peringatan keras dari aparat.

“Saya berjalan perlahan dari arah samping DM dan langsung mengambil serta mengamankan tas ransel hitam yang diduga terdapat benda yang mencurigakan.

“Alhamdulilah bersyukur kepada Tuhan YME, Hasil negosiasi singkat yang saya lakukan dapat membujuk DM menyerahkan diri beserta barang yang dibawanya kepada aparat,” tambah Perwira Alumnus Akmil 2008 ini.

“Saat ini, DM beserta barang bukti yang dicurigai berupa tas ransel berisi satu buku tafsir, satu Al-Quran kecil, satu air minum mineral dan satu botol obat telah diserahkan kepada Polda Metro Jaya guna pengembangan dan proses lebih lanjut,” pungkas Dandim 0501/JP BS.

Pewarta : Sugeng

  • Whatsapp

Pos terkait