Satgas Pamtas Yonif Raider 509/BY Kostrad Bersama Tim BIG Temukan Patok Batas Negara di ”Blank Spot Area”

  • Whatsapp

WARTALIKA.id – Salah satu tugas pokok Satgas Pamtas Yonif Raider 509/Balawara Yudha Kostrad adalah menjaga perbatasan negara antara Indonesia dan Papua New Guinea (PNG) wilayah darat dan mengamankan patok-patok perbatasan yang ada. Untuk itulah, dalam rangka menjaga perbatasan darat itu, Yonif Raider 509 melakukan pencarian patok batas negara. Misi pencarian patok batas ini dipimpin Kapten Ctp Kasri Mugita sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas).

Selama menempuh 6 Hari perjalanan akhirnya Tim Patroli Patok Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG Yonif Raider 509/Balawara Yudha Kostrad yang dipimpin Oleh Danki Pamtas Yonif Raider 509/BY Kostrad Pos Oksibil bersama Tim Survey CBDRF (Common Border Datum Reference Frame) RI-PNG dari BIG (Badan informasi Geospasial) yang dipimpin oleh Teguh Pramuji dan Anggota Topdam XVII/Cendrawasih yang dipimpin oleh Kapten Ctp Kasri Mugita berhasil mengungkap MM.7 Patok Perbatasan yang selama 52 tahun tidak pernah ditemukan sebelumnya (Blank Spot Area).

Bacaan Lainnya

Pencegahan Covid 19

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 509/BY Kostrad Letkol Inf Wira Muharommah S.H., Psc., dalam keterangan tertulisnya di Senggi Keerom Papua, Selasa (22/10/2019).

Dijelaskan Wira, selain melaksanakan pengecekan patok perbatasan yang belum pernah dilakukan pemeriksaan semenjak di pasang. Tugas lain Satgas Pamtas juga melaksanakan kegiatan teritorial serta membina kesadaran bela negara masyarakat di wilayah perbatasan.

“Itu dilakukan untuk menunjukkan kehadiran negara di wilayah perbatasan sebagai bagian dari pemberdayaan wilayah pertahanan khususnya wilayah perbatasan Indonesia Papua Nugini,” jelasnya.

Sementara itu Danki Pamtas Yonif Raider 509/BY Kostrad Lettu Inf Rahmat Hidayat mengungkapkan bahwa Tim Satgas memulai perjalanan Patroli sejak Selasa, 15 Oktober 2019 Dengan Dipimpin Serda Enos Vicramzah Kayai dan Perwira Topografi Kodam XVII/ Cenderawasih beserta Big, mereka menyusuri medan yang cukup sulit dan cuaca yang sangat ekstrim.

‘’Karena selama 52 tahun belum ada yang pernah melewati, tentunya Tim harus bekerja keras membuka jalan dan mencari lokasi patok yang telah lama hilang,” ujarnya.

Menurut Rahmat cuaca di wilayah tersebut hampir setiap hari tertutup kabut, suhu berkisar Antara 17-13 derajat di malam hari dan 17 – 20 derajat pada siang hari.

“Hal ini yang menyebabkan sejak Patok perbatasan ini dibangun pada tahun 1967, Wilayah ini belum pernah terjamah oleh siapapun, helicopter pun tidak bisa terbang dengan cuaca seperti ini,’’ serunya.

Danki Pamtas Oksibil menjelaskan bahwa Tim bergerak mulai dari Kampung terdekat Kp. Honkuding Distrik Oksamol dengan menyusuri medan yang bervariasi antara ketinggian antara 2250-3300 meter di atas permukaan laut.

Selanjutnya Dansatgas Pamtas menyampaikan ‘’Dengan penuh Perjuangan, Patok perbatasan yang tertutup oleh lumut dan dan pepohonan mulai di inventarisir, dibersihkan dan diberi tanda, tim berhasil menemukan Patok MM. 7 di perbatasan,’’ RI-PNG yang sudah 52 tahun hilang paparnya.

Atas prestasi yang dicapai, Alumni Akmil 2001 ini mengapresiasi kinerja dan upaya yang telah ditempuh anggota Satgas.

’’Saya patut memberikan penghargaan yang tinggi, sekaligus bangga atas keberanian para prajurit. Diawal, memang ada rasa kekhawatiran dikarenakan memang medan yang akan ditempuh sangatlah jauh, dengan melewati 3 pegunungan dengan ketinggian antara 2250 sampai dengan 3250 Diatas permukaan laut serta 3 Buah sungai disekitar distrik Oksamol imbuhnya.

“Tidak terbayangkan selama 6 hari mereka berada di daerah yang tidak terjamah oleh siapapun, bagaimana mereka harus survive dengan perbekalan logistik yang dibawa seadanya,” tandasnya.

Lebih lanjut Tim BIG menjelaskan Bahwa Dengan terukurnya Patok perbatasan RI-PNG MM. 7 dalam sistem CBDRF maka Tuntaslah 52 Patok Perbatasan yang membentang dari Daerah Skouw Utara Papua sampai dengan Kondo di daerah Selatan Papua yang akan Dideklarasikan pada forum JBC RI-PNG ke-35 Di Port Moresby Papua Nugini.[PR]

Pos terkait